- Beranda
- Index
- Buddhism Untuk Pemula
- Inisiasi
- Kebenaran
- Muslim VS Dhammaraja
- Dialog Hinduist-Buddhist
- Dialog Hinduist-Buddhist II
- Dialog Hinduist-Buddhist III
- Psychic Talk
- Dhamma Talk
- 31 Alam
- 32 Tanda Lahir Sammasambuddha
- Asal-Usul Tubuh
- Wirid
- Paritta
- Meditasi
- Tempat Ziarah
- Guru-Guru
- Majalah
- Guestbook
arya berkata
Adakah ajaran puasa dalam Hindu? Ya, ada. Ajaran Hindu penuh dengan ajaran puasa yang dikenal dengan istilah tapa, meskipun istilah puasa itu sendiri berasal dari bahasa Sanskerta dari kata upawasa. Jadi sebenarnya Islam Indonesia telah meminjam istilah puasa dari Hindu sebab puasa dalam bahasa Arab adalah shaum, di Jawa dan Sunda istilahnya menjadi syiam. Tapa berarti pengendalian atas indra-indra dan pikiran. Dengan tapa orang mencapai kesucian, dengan kesucian orang bisa dekat dengan Hyang Widhi. Dunia ini bisa berjalan dengan baik karena disangga oleh salah satunya adalah tapa.
Artarwa Weda XII.1.1 mengatakan:
Satyam brhad rtam ugram diksa, tapo brahma yajna prthiwim dharayanti.
Artinya: Sesungguhnya Satya, rta, diksa, tapa, brahma dan Yajna yang menyangga dunia.
Yajur Weda XX.25 mengatakan:
Dengan melakukan tapa (brata) seseorang memperoleh diksa (penyucian), dengan melakukan diksa seseorang memperoleh daksina, dengan daksina seseorang memperoleh sraddha dan dengan sraddha seseorang memperoleh satya.
Atharwa Weda VIII.9.3 mengatakan:
Brahma-enad vidyat tapasa vipascit.
Artinya: Orang yang bijaksana mengetahui Hyang Widhi dengan sarana tapa (penebusan dosa).
Artarwa Weda IV.11.6 mengatakan:
Yena devah svar aruruhur, hitva sariram amrtasya nabhim
Tena gesma sukrtasya lokam, gharmasya vratena tapasa ya sasya vah.
Artinya: Dengan pertolongan Hyang Widhi, orang-orang bijaksana sesudah kematian memperoleh keselamatan, yang mencapai pusat nectar (minuman dewa) yakni kebahagiaan sejati. Semoga kami yang berkeinginan kemasyuran juga mencapai kekekalan itu, melalui pelaksanaan pertapaan yang keras dan menjalankan janji (brata).
Atharwa Weda XI.8.2 mengatakan:
Tapas caiva-astam karma ca-antar mahati-arna ve.
Artinya: Tapa dan keteguhan hati adalah satu-satunya juru selamat di dunia yang mengerikan.
Rg Weda IX.83.1 mengatakan:
Atapta-tanur na tad amo asnute.
Artinya: Orang tidak bisa menyadari Sang Hyang Widhi Wasa, Yang Maha Agung tanpa melaksanakan tapa.
Intisari tapa adalah pengendalian atau pembatasan atas dua hal yaitu pikiran dan indra-indra. Indra jumlahnya ada lima yang disebut Panca Indra. Indra mempunyai alat indra yang juga berjumlah lima yang disebut Panca Karmendriya, dan mempunyai obyek indra yang disebut Panca Tanmatra.
Indra-indra itu antara lain:
1. Indra pendengaran alatnya telinga obyeknya suara.
2. Indra sentuhan alatnya kulit obyeknya angin dan hal-hal yang bila menyentuh terasa menyenangkan.
3. Indra penglihatan alatnya mata obyeknya cahaya atau wujud-wujud.
4. Indra pengecap alatnya lidah obyeknya makanan, minuman.
5. Indra penciuman alatnya hidung obyeknya bau.
Pengendalian atas indra-indra itu adalah sebagai berikut:
1. Pengendalian atas indra pendengaran berarti membatasi telinga untuk mendengarkan hal-hal yang menyenangkan seperti suara musik, suara pujian termasuk suara merdu sang pacar.
2. Pengendalian atas indra sentuhan berarti membatasi kulit untuk merasakan hal-hal yang menyenangkan seperti sentuhan halus kulit kekasih, tempat tidur atau kursi yang empuk, dan lain-lain.
3. Pengendalian atas indra penglihatan berarti membatasi mata untuk melihat hal-hal yang menyenangkan seperti TV, film, VCD porno, wajah cantik atau tampan, dan sebagainya, tapi arahkan penglihatan ke dalam batin, ke wujud Atman terus ke wujud Sivatattwa, karena di sana lebih indah dan lebih menyenangkan.
4. Pengendalian atas indra pengecap berarti puasa tidak makan dan minum serta membatasi lidah untuk berbicara, bicara hanya hal-hal yang perlu dan baik.
5. Pengendalian atas indra penciuman berarti membatasi hidung untuk mencium bau-bau yang menyenangkan seperti bau harum parfum, makanan, termasuk harum pipi kekasihnya.
Itulah kelima indra yang harus dikendalikan. Kunci untuk bisa mengendalikan indra adalah pengendalian atas pikiran. Pikiran mempunyai jangkauan yang tak terbatas, kecepatannya melebihi kecepatan cahaya, tajamnya melebihi ketajaman pedang. Kalau bisa mengendalikan pikiran kelima indra juga mudah untuk ditundukkan. Cara mengendalikan pikiran pertama pikiran harus dibersihkan dengan cara membaca atau melantunkan mantra-mantra atau sloka-sloka Weda, dan meditasi.
Ada banyak ragam puasa, namun sayang umat Hindu di Indonesia hanya menjalankan 2 puasa secara massal yaitu puasa Nyepi dan puasa Siwa Ratri. Namun demikian sesungguhnya umat Hindu bisa menjalankan puasa Siwa Ratri setiap bulan, sebab setiap bulan kita bertemu dengan Siwa Ratri yaitu pada purwani tilem.
Bhagawan Sri Stya Sai Baba mengatakan:
“Beginilah, malam dikuasai oleh bulan. Bulan mempunyai enam belas kala atau bagian-bagian kecil. Setiap hari bila bulan menyusut, berkuranglah satu bagian kecil hingga bulan hilang seluruhnya pada malam bulan yang baru. Setelah itu setiap hari tampak sebagaian, hingga lengkap pada bulan purnama. Bulan adalah dewata yang menguasai manas yaitu pikiran dan perasaan hati. ‘Candramaa manaso jaathah’. Dari Manas (pikiran) Purusha (Tuhan) timbullah bulan. Ada daya tarik menarik yang erat antara pikiran dan bulan, keduanya dapat mengalami kemunduran atau kemajuan. Susutnya bulan adalah simbul susutnya pikiran dan perasaan hati, karena pikiran dan perasaan hati dikuasai, dikurangi akhirnya dimusnahkan. Semua sadhana ditujukan pada hal ini. Manohara, pikiran dan perasaan hati harus dibunuh, sehingga maya dapat dihancurkan dan kenyataan terungkapkan. Setiap hari selama dua minggu ketika bulan menggelap, bulan, dan secara simbolis rekan imbangnya di dalam diri manusia yaitu ‘manas’ menyusut dan lenyap sebagian, kekuatannya berkurang, dan akhirnya pada malam keempat belas, Chaturdasi, sisanya hanya sedikit. Jika pada hari itu seorang sadhaka berusaha lebih giat, maka sisa yang kecil itupun dapat dihapuskan dan tercapailah Manonigraha (penguasaan pikiran dan perasaan hati). Oleh karena itu Chaaturdasi dari bagian yang gelap disebut Siwaratri. Karena malam itu seharusnya digunakan untuk japa dan dhyana kepada Siwa tanpa memikirkan soal yang lain, baik soal makan maupun tidur. Dengan demikian keberhasilan pun terjamin. Dan sekali setahun pada malam Mahasiwaratri, dianjurkan mengadakan kegiatan spiritual yang istimewa agar apa yang Savam (jasat atau simbol orang yang tak memahami kenyataan sejati) menjadi Sivam (terberkati, baik, ilahi) dengan menyingkirkan hal yang tak berharga, yang disebut Manas.”
Jadi dengan bisa dikuasainya pikiran, indra-indrapun akan lebih mudah ditundukkan dan kebahagiaan yang sejati akan tercapai.
Wrhaspati Tattwa mengajarkan ada 3 jalan untuk mencapai moksa, yaitu:
1. Jnanabhyadreka artinya jalan pengetahuan tentang semua tattwa.
2. Indriyayogamaarga artinya jalan pengendalian atas indra dengan melepaskan diri dari segala indra atau tidak menikmati indra.
3. Trsnadosaksaya artinya memusnahkan buah perbuatan baik dan buruk atau kerja tanpa mengikatkan diri pada hasil kerja.
Selamat menjalankan puasa Mahasiwaratri dan jangan lupa bulan berikutnya ada Siwararti juga yang harus dimanfaatkan untuk berpuasa agar bisa mencapai kesucian lahir dan batin.
damai3x
Yang Mulia Kaisar Langit Sri Hucusuy berkata
“Indra-indra itu antara lain:
1. Indra pendengaran alatnya telinga obyeknya suara.
2. Indra sentuhan alatnya kulit obyeknya angin dan hal-hal yang bila menyentuh terasa menyenangkan.
3. Indra penglihatan alatnya mata obyeknya cahaya atau wujud-wujud.
4. Indra pengecap alatnya lidah obyeknya makanan, minuman.
5. Indra penciuman alatnya hidung obyeknya bau.”
Ya, memang benar.
Berlawanan dengan teori kaum awam bahwa, indra adalah seperti mata, telinga, dst. Yang disebut indra sebenarnya adalah, penglihatan, pendengaran, dst. Sedang yang disebut mata, telinga, dst adalah alatnya.
Indra keenam adalah pikiran. Alatnya otak, obyeknya dharma.
Dharma = segala fenomena yang disadari untuk dicari benar salahnya.
arya berkata
Dewa
Sang Hyang Widhi tidak sama dengan Dewa, Bhatara atau Awatara. Dewa adalah perwujudan sinar suci dari Hyang Widhi (Tuhan) yang memberikan kekuatan suci untuk kesempurnaan hidup mahluk. Dewa berasal dari bahasa Sansekerta “div” yang artinya sinar.
Dewa juga ciptaan Tuhan yang berfungsi untuk mengendalikan alam semesta. Dewa-dewa dihubungkan dengan aspek-aspek tertentu dan khusus dari phenomena yang ada di alam semesta ini. Setiap aspek dikuasai oleh satu Dewa tertentu dengan ciri-ciri dan lambang yang khusus. Masing-masing Dewa memiliki sakti yang tidak terpisahkan darinya, seperti halnya suami istri, karena Dewa tidak dapat melakukan tugas sesuai fungsinya apabila tidak dengan saktinya. Sehingga jika Dewa diwujudkan dalam bentuk laki-laki, maka saktinya diwujudkan dalam bentuk wanita, maka dengan perpaduan Dewa (Purusa) dan Sakti (Pradana) tugasnya dapat dilakukan sesuai fungsinya.
Dalam Hinduism, sebagai sinar suci atau manifestasi Tuhan yang menguasai, menjaga alam semesta, Dewa juga dilengkapi dengan senjata, kendaraan dan juga diwujudkan dalam bentuk simbol atau aksara. Misalnya Sang Hyang Widhi dalam manifestasinya sebagai Tri Murti yaitu :
a. Dewa Brahma dengan saktinya Dewi Saraswati, kendaraannya Angsa, senjatanya Danda/Gada dengan aksara suci “Ang”
b. Dewa Wisnu dengan saktinya Dewi Sri (Laksmi), kendaraannya burung Garuda, senjatanya Cakra dengan aksara suci “Ung”
c. Dewa Siwa dengan saktinya Dewi Durga (Uma), kendaraannya Lembu, senjatanya Padma dengan aksara suci “Mang”
Semua perwujudan Dewa dan Saktinya diwujudkan berbeda-beda tergantung dari penggambaran umat Hindu terhadap beliau. Misalnya wujud Dewa dan Saktinya di India dan di Bali sangatlah berbeda, namun fungsinya sama.
Semua sakti-sakti para Dewa itu digambarkan memiliki paras yang cantik, namun Dewi Uma yang cantik apabila dalam tugasnya sebagai Dewi Maut (Durga) memiliki wajah yang sering digambarkan dalam wujud Rangda oleh masyarakat Bali. Dewa Brahma berwujudkan sebagai Maha Rsi yang tua karena usia beliau melebihi alam semesta, dikarenakan Dewa Brahmalah yang bertugas menciptakan segala sesuatu di alam semesta ini, beliau juga diwujudkan dalam bentuk berwajah empat (Catur Muka). Dewa Wisnu berwujudkan sebagai Dewa yang berparas paling elok, beliau juga diwujudkan dalam bentuk berkepala tiga (Tri Sirah). Dewa Siwa berwujudkan seorang Pertapa, karena beliaulah yang menguasai hidup manusia sehingga beliaulah yang akan meleburnya kembali, beliau juga diwujudkan bertangan empat (Catur Buja). Dari perwujudan sesuai gambaran umatnya inilah dibuatkan patung (arca).
Dalam ajaran Hindu, jumlah Dewa adalah banyak sekali sesuai setiap fungsi yang ada dalam alam semesta ini. Diibaratkan Sang Hyang Widhi adalah Matahari, maka Dewa adalah sinar matahari yang jumlahnya tak terhingga. Matahari dikatakan panas, namun sinar nyalah yang menyentuh kita secara langsung. Demikian juga dengan Sang Hyang Widhi, Dewa sebagai sinar sucinya lah yang menghubungkan kita langsung denganNya. Mungkin dalam agama lain disebutkan Dewa itu sebagai Malaikat.
Dalam ajaran Hindu ada sebutan Tri Murti, Panca Dewata/Panca Brahma, Dewata Nawa Sanga, Asta Dewata, Panca Korsika dan lainnya.
Panca Dewata adalah manifestasi Sang Hyang Widhi sebagai penjaga segala penjuru mata angin yaitu :
1. Sadyojata (Iswara) di Timur dengan aksara suci “Sa”
2. Bamadewa (Brahma) di Selatan dengan aksara suci “Ba”
3. Tat Purusa (Maha Dewa) di Barat dengan aksara suci “Ta”
4. Aghora (Wisnu) di Utara dengan aksara suci “A”
5. Isana (Siwa) di Tengah dengan aksara suci “I”
Panca Dewata disebut juga dengan Panca Brahma, sehingga kelima aksara suci “Sa Ba Ta A I” disebut “Panca Brahma Wijaksara”. Disamping itu ada juga lima manifestasi Hyang Widhi lainnya yaitu :
1. Maheswara di Tenggara dengan aksara suci “Na”
2. Rudra/Ludra di Barat Daya dengan aksara suci “Ma”
3. Sangkara di Barat Laut dengan aksara suci “Si”
4. Sambu di Timur Laut dengan aksara suci “Wa”
5. Siwa di Tengah dengan aksara suci “Ya”
Kelima aksara suci “Na Ma Si Wa Ya” disebut dengan Panca Aksara. Namun dalam ajaran agama Budha Mahayana, Panca Dewata (Panca Brahma) disebut dengan “Panca Tatagata” yaitu:
1. Aksobhya di Timur dengan aksara suci “Ah”
2. Ratnasambhawa di Selatan dengan aksara suci “Ung”
3. Amitaba di Barat dengan aksara suci “Trang”
4. Amogasidhi di Utara dengan aksara suci “Hrih”
5. Wairocana di Tengah dengan aksara suci “Ang”
Sehingga kelima aksara “Ah Ung Trang Hrih Ang” disebut dengan Panca Wijaksara Tatagata sedangkan Panca aksara Budha nya “Na Ma Bu Da Ya”.
Apabila dalam Panca Aksara dan Panca Brahma Wijaksara digabungkan menjadi Dasa Aksara “Sa Ba Ta A I Na Ma Si Wa Ya”, jika ditambahkan dengan aksara “Om” maka disebut “Eka Dasa Aksara”.
Dewata Nawa Sanga, yaitu sembilan manifestasi Hyang Widhi sebagai penguasa sembilan penjuru mata angin, yaitu Iswara, Maheswara, Brahma, Rudra, Maha Dewa, Sangkara, Wisnu, Sambu dan Siwa. Dewata Nawa Sanga sering disebut juga dengan “Loka Pala”.
Asta Dewata adalah delapan manifestasi sifat Hyang Widhi sebagai penguasa yaitu :
1. Indra menguasai Hujan
2. Baruna menguasai Lautan
3. Yama menguasai Arwah Manusia
4. Kuwera menguasai Kekayaan Alam
5. Bayu menguasai Angin
6. Agni menguasai Api
7. Surya menguasai Matahari
8. Candra menguasai Bulan
Beberapa sebutan lain manifestasi Sang Hyang Widhi di penjuru mata angin adalah Panca Korsika, yaitu :
1. Sang Hyang Korsika di Timur
2. Sang Hyang Garga di Selatan
3. Sang Hyang Mentri di Barat
4. Sang Hyang Kurusya di Utara
5. Sang Hyang Prutanjala di Tengah
Demikianlah beberapa sebutan manifestasi Hyang Widhi, yang kita kenal sebagai Dewa. Masih banyak lagi sebutan manifestasi Hyang Widhi lainnya, berdasarkan fungsi dan sifat yang dikuasainya.
damai3x selalu
arya berkata
jelaskan masing2 lapisan 3 tubuh itu ?
tolong di jelaskan kesadran akan 3 lapisan tubuh manusia.shg mencapai kesadran yg tertinggi ?
salam damai
Yang Mulia Kaisar Langit Sri Hucusuy berkata
3 lapisan tubuh manusia:
1. Lapisan nafsu (ditimbulkan dari indra).
2. Lapisan fisik (ditimbulkan dari meditasi 1-4).
3. lapisan mental (ditimbulkan dari meditasi 5-8).
Kesadaran tertinggi adalah meditasi 8.
Tapi kesadaran = alam.
jadi yang tertinggi ini pun harus dihancurkan/dilepaskan untuk bisa kembali sebagai Tuhan.
Anda sehat, kuat, bahagia
arya berkata
Toleransi umat Hindu
Agama ini memiliki ciri khas sebagai salah satu agama yang paling toleran, yang mana di dalam kitab Weda dalam salah satu baitnya memuat kalimat berikut:
Sansekerta: एकम् सत् विप्रा: बहुधा वदन्ति
Alihaksara: Ekam Sat Vipraaha Bahudhaa Vadanti
Cara baca dalam bahasa Indonesia: Ekam Sat Wiprah Bahuda Wadanti
Bahasa Indonesia: “Hanya ada satu kebenaran tetapi para orang pandai menyebut-Nya dengan banyak nama.”
— Rg Weda (Buku I, Gita CLXIV, Bait 46)
——————————————————————————–
Ye yathā mām prapadyante tāms tathaiva bhajāmy aham,
mama vartmānuvartante manusyāh pārtha sarvaśah
(Bhagavad Gītā, 4.11)
Arti:
Jalan mana pun yang ditempuh seseorang kepada-Ku,
Aku memberinya anugerah setimpal. Semua orang mencari-Ku
dengan berbagai jalan, wahai putera Partha (Arjuna)
——————————————————————————–
Yo yo yām yām tanum bhaktah śraddhayārcitum icchati,
tasya tasyācalām śraddhām tām eva vidadhāmy aham
(Bhagavad Gītā, 7.21)
Arti:
Kepercayaan apapun yang ingin dipeluk seseorang,
Aku perlakukan mereka sama dan
Ku-berikan berkah yang setimpal supaya ia lebih mantap
——————————————————————————–
Meskipun ada yang menganggap Dewa-Dewi merupakan Tuhan tersendiri, namun umat Hindu memandangnya sebagai cara pemujaan yang salah. Dalam kitab suci mereka, kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda:
ye ‘py anya-devatā-bhaktā yajante śraddhayānvitāḥ
te ‘pi mām eva kaunteya yajanty avidhi-pūrvakam
(Bhagavad Gītā, IX.23)
Arti:
Orang-orang yang menyembah Dewa-Dewa dengan penuh keyakinannya
sesungguhnya hanya menyembah-Ku, tetapi mereka melakukannya
dengan cara yang keliru, wahai putera Kunti (Arjuna)
Yang Mulia Kaisar Langit Sri Hucusuy berkata
Namu buddhaya,
Agama Buddha tak pernah melarang semua bentuk pemujaan terhadap Tuhan atau dewa-dewa sepanjang tak menjadikannya sebagai kebenaran atas dasar pandangan salah. Misalnya, menganggap membunuh yang tak seagama demi urusan agama akan membuahkan surga. Atau, menganggap bhakti yoga sudah cukup untuk memurnikan pikiran.
Agama Buddha tak pernah melarang semua bentuk cinta dan kasih terhadap antar golongan, antar paham/keyakinan/agama, sepanjang tak membunuh kebenaran itu sendiri. Dalam arti, silahkan bertoleransi dan saling mengasihi sepanjang tak menutupi kebenaran, dan mengaburkan batas-batas Dharma (antara benar dan salah, baik dan buruk). Manusia adalah karma, Tuhan adalah pembuat karma. Untuk bisa lepas dari karma, manusia mau tak mau harus mengenali dulu fenomena karma dengan Vipassana Bhavana, sementara memperbaiki kehidupannya di dunia dengan Samatha Bhavana, dan menolong orang lain dengan agama, yang terbagi atas tiga tingkat: Penyucian/vinaya, pengkhotbahan/sutta, penafsiran/abhidhamma.
Tapi yang dilakukan Hindu dan pecahan-pecahannya adalah sekedar mengobrak-abrik tatanan yang ada dikarenakan mereka malas untuk mengkaji (panna)dan merenung (vipassana) hingga bermeditasi (jhana) untuk mencapai kebebasan (nirvana).
Misalnya saja, ayat “tuhan” yang satu ini: “Hanya ada satu kebenaran tetapi para orang pandai menyebut-Nya dengan banyak nama.”
Sesuatu yang tak pernah diucapkan Buddha dalam khotbah-khotbahnya.
Landasan Buddha dalam keberagaman pendapat bukanlah toleransi, tapi observasi (sumber: Kalamasutta).
Saya ulangi, “Hanya ada satu kebenaran tetapi para orang pandai menyebut-Nya dengan banyak nama.”
Coba Anda sebutkan contoh satu kebenaran yang disebut dengan banyak nama. Agar kitab Veda Anda bisa didukung kebenarannya.
Tuhan yang sebenarnya mengucap begini: “Cuma ada satu kebenaran tapi cuma para orang pandai yang mampu mencarinya.”
“Hindu yang sebenarnya cuma baik di awal, buruk di pertengahan, hancur di akhir.” – Kaisar Langit.
“Buddha yang sebenarnya baik di awal, bagus di pertengahan, sempurna di akhir.” – Kaisar Langit.
“Dharma selalu baik. Adharma selalu buruk. Orang yang berdharma adalah dewa, orang yang beradharma adalah setan. Orang yang mengenal apa dharma apa adharma adalah Buddha.” – Kaisar Langit.
Ingat, dulu Saya berkata “Arya yang sekarang memang baik, dan saya yakin sekali anda bukanlah pemula dalam bidang olah agama dan mental. Tapi bagaimana jika arya terus mendalami hindu, pastilah ia akan menjadi buruk, sama dengan lulusan-lulusan Hindu lain seperti Anand dan Sai Baba“.
Sekarang mental Anda sudah di kalimat “Hanya ada satu kebenaran tetapi para orang pandai menyebut-Nya dengan banyak nama”. Jika Anda hidup dengan kalimat ini, cahaya anda lenyap dan berganti kegelapan, dan jika Anda lahir lagi, Anda akan lahir sebagai anak berkulit hitam seperti orang afrika.
Agama yang paling baik adalah Agama Buddha.
Agama yang paling buruk adalah Agama Kristen dan Yahudi.
Agama yang tak bisa membedakan baik dan buruk adalah Agama Islam.
Agama yang tak mampu mengungkap kebenaran adalah Agama Hindu.
Agama yang paling mengerikan adalah Agama Sikh/campuran hindu + islam (bodoh + keras = pasukan militer agama berpedang).
Agama yang paling hebat adalah sekte-sekte buddhism asli (baca: Theravada dan Vayu).
Agama yang selalu mencoba untuk menjadi agama dari lahir sampai mati adalah ’spiritualism’, sesuatu yang tak benar-benar ada.
Agama yang dianggap bukan agama adalah atheism.
Anda sehat, kuat, bahagia
Kaisar Langit
arya berkata
“Hanya ada satu kebenaran tetapi para orang pandai menyebut-Nya dengan banyak nama.”
yg dimaksud di sini bukanlah mengenai dharma.tapi kebenaran akan ke eka an TUHAN..dalam hindu kami menyebut banyak nama akn beliau tapi hanya ada satu sumber dari semua itu yaitu TUHAN.
contoh SANGHYANG SANGKAN PARANING NUMADI.IDA SANHYANG WIDHI WASA.SATWAM EVA AJAYATE.dan banyak lagi sebutan lainya..
di berikan banyak nama kpd beliau.krn mereka para pemujanya memilih nama dari masing2 itu.sesuai dgn hati nuraninya dan kegiatan bathinnya.seperti di sediakan banyak baju yg beraneka warna dan model.setiap sukanya yg bagaimana.
jujur saya katakan umat hindu lebih mengutamakn pemujaan dgn mantra.sradha.ataoupun bakti..kpd beliau
hanya sedikit yg menjalankan yoga ( mengharmonisasi fisik dan pikiran )
meditasi ( banyak hindu yg mengenal konsep meditasi hanya pd pemusatan titik2 cakra utk melatih keterpusatan mereka.di maksudkan utk mengembangkan kesehatan fisik.dan kekuatan mental mereka.
krisna bersabda :
dgn jalan apapun kau memuja aku.aku akan memberikan hasil yg setimpal dgn apa yg kau kerjakn.
jd dgn jalan apapun kita memuja TUHAN tetap beliau akan memperhatikan kita.tergantung besar kecilnya pengadian kita..
ada yg menggunakan jalan meditasi.
ada beryadnya.ada yg berjapamala.ada yg beryoga. tapa.
sekarang phala yg mereka dapat tergantung di alam mana mereka di tempatkan setelah ajal datang.
dgn memuja siwa di alam siwa lah kita berada.dgn meditasi budh di alam budhalah kita berada.dgn memuja sri wisnu dialam wisnulah kita berada.dan seterusnya.
semoga bermaanfaat penjelasan sy ini.mungkin ini jg kurang krn sy bukanlah ahli agama
damai3x om
arya berkata
“Hindu yang sebenarnya cuma baik di awal, buruk di pertengahan, hancur di akhir.” – Kaisar Langit.
dgn bicara dan berpikir seperti ini bukanalah anda mewlanggar tahap panna dan sila.belum pernah ada budisht bicara seperti ini.apalagi sudah katanya pd tingkat sakadami.ini adalah pendapat kemunduran panna..kalo seperti ini saya lebih salut pd penganut MAHAYANA…kami selalu harmoni dan sejalan..adanya saling keterpautan antara mahayana dan hindu..
contoh utamamya PRAMBANAN DAN BOROBUDUR..mereka mahayana tidak memuja pikiran tak ada orang yg memuja pikiran.( kecuali muslim ).manusia hanya memuja TUHAN dan sinar sucinya.mahayana hanya mencari solusi utk harmonisasi kehidupan.shg adanya sendi2 hindu di dalamnya.lagi2 tahap panna anda buruk..bagaimana bisa menjadi arahat..kalo anda sakadami bukan begini seharusnya anda berkomentar.
damai selalu
arya berkata
Agama yang tak mampu mengungkap kebenaran adalah Agama Hindu
mohon di sebutkan kebenaran apa yg tdk mampu di ungkapkan hindu..
shg jawaban anda tdk melanggar SILA.VIPASSANA BHAWANA.
kalo hanya begini jawaban kaum teravada..pantesan penganutnya paling sedikit.
arya berkata
hindu + islam (bodoh + keras = pasukan militer agama berpedang).
pandanga keliru anda ini lucu jg dibaca.bagaimana kalo sang budha membacanya mungkin anda di hukum meditasi selama 3 tahun di hutan.
knp anda bilang hindu itu selalu bodoh..kalo kaum hindu bodoh mereka tak mampu menciptakan purana.upanisad.tatwa.ilmu2 pengobatan / usada.ilmu mengolah mental.lontar2.seni dan budaya.harmonisasi..mungkin banyak yg lainya lagi.
damai9x om
arya berkata
Jika Anda hidup dengan kalimat ini, cahaya anda lenyap dan berganti kegelapan, dan jika Anda lahir lagi, Anda akan lahir sebagai anak berkulit hitam seperti orang afrika.
sudahlah ratu adil.dgn jawaban seperti ini malah emlemahkan mental anda dan menghentikan program vipassana anda..
KARMA PHALA = SEBAB AKIBAT
bicara buruk dan tak berlasan hasilnya bibir bisa monyong..anda belum paham karma pala ya..
mgak mungkin cahaya manusia lenyap,kalo lenyap sama dgn mati..
manusia terhimpun dari percikan cahaya terkecil dari TUHAN inilah yg memberi cahaya tubuh kita.yg lazim di sebut sbg AURA..semakin tinggi spritual mereka semaikn menyala lah aura mereka..jgn2 ratu tdk memiliki cahaya.krn tubuh ini disusun berdasarkan atom yg bergerak cepat..lama2 kalo ratumarah besar atom yg bergerak cepat itu bisa berevolusi menjadi nuklir.dan meledaklah ratu.jadi gagalah meditasi.
damai99x
arya berkata
Agama yang paling hebat adalah sekte-sekte buddhism asli (baca: Theravada dan Vayu).
agama sih boleh di bilang paling hebat.tapi koq banyak jg kaum teravada yg melanggaar sila..
coba ratu perhatiakn jg penganut terbesar teravada di thailand..
eh ternyata di sana paling banter berkembang wisata sek nya.
bahkan disana mereka menghormati karya seni agung MAHABRATA DAN RAMAYANA.yg selalu di tampilkan setiap acara budaya mereka.berarti mereka kagum.mengahrgai karya tersebut..bgmn dgn ratu..
SIWA = BUDHA
banyak orang yg menyebut 2 kebenaran yg berbda.tapi mereka adalah satu kebenaran yg mutlak.
om nama si wa ya = om nama bu da ya
perhatikan kalimat YA..yg artinya aksara suci SIWA..mereka adalah satu.tak ada yg bisa memperdebatkan mereka.hanya pikiranlah yg membuat mereka berbeda..ini adalah tahap PANNA.
DAMAI999X
Yang Mulia Kaisar Langit Sri Hucusuy berkata
“‘Hanya ada satu kebenaran tetapi para orang pandai menyebut-Nya dengan banyak nama.’
yg dimaksud di sini bukanlah mengenai dharma.tapi kebenaran akan ke eka an TUHAN..”
Saya melihat satu nama tentang kebenaran sudah diungkap: “Tuhan itu eka.”
Tapi Anda tak mampu memberikan nama lain untuk kebenaran itu.
Jadi, ayat Veda itu salah, dan pengucapnya bukan Tuhan.
Yang Mulia Kaisar Langit Sri Hucusuy berkata
“‘Hindu yang sebenarnya cuma baik di awal, buruk di pertengahan, hancur di akhir.’ – Kaisar Langit
dgn bicara dan berpikir seperti ini bukankah anda melanggar tahap panna dan sila.belum pernah ada budisht bicara seperti ini.apalagi sudah katanya pd tingkat sakadami.ini adalah pendapat kemunduran panna..”
Hindu cuma baik di awal = menuntun manusia menuju kebenaran, kebaikan, kesucian.
Hindu buruk di pertengahan = sibuk mendebat orang lain, menjatuhkan orang lain, mengatakan agama-agama lain salah. iri pada para messiah. mengajarkan kesaktian dan keselamatan tapi tak mampu mengajarkan kesucian.
Hindu hancur di akhir = mati tanpa pembebasan dari lobha, dosha, dan moha. khrisna mati dengan lobha akan ilmu dan kebijakan, karena itu ia lahir lagi sebagai Saya. ia juga mati dalam dosha akibat mengadu pandava dan kaurava. ia mati dalam moha karena belum tahu anatta, dukkha, anicca.
anatta versi hindu cuma melepas ‘ego’ dan menyatu dengan ‘tuhan’nya.
dukkha versi hindu cuma penderitaan karena dunia memang begitu, saat mencari sebab cuma tahu bahwa karena keterikatan pada ego. sesuatu yang tak pernah diajarkan Y.M. Buddha.
anicca versi hindu cuma karena Tuhan memang menjadikan demikian, tanpa tahu sebab munculnya anicca.
pokoknya hindu = goblok. meski lebih goblok islam.
masih belum puas dengan alasan saya tentang hindu di akhir adalah hancur? Baca ramayana (tak terima lagi istri karena dianggap pernah disetubuhi), mahabharata (istri satu dimakan lima saudara sekaligus, rishi-rishi memihak pihak yang salah, sang mahavatar mengajari cara bersiasat/berkelahi/membunuh/menipu (menipu durna, menipu bambang ekalaya), bharatayuda (seluruh omongkosong tentang ajaran hindu yang katanya mulia kandas dengan adu-adu ilmu kesaktian semata, arjuna kebingungan membedakan dharma saat memulai perang, kebingungan lagi saat menghadapi bhisma (padahal sudah diceramahi bhagavadgita masih juga bodoh, bukti ajaran hindu tak bisa meresap karena tiada kebenaran. disuap langsung dari titisan vishnu pun tetap gak nyambung, bingung lagi diakhir, sudah menghabisi pasukan kaurava lalu judi lagi dengan duryudana, jika duryudana menang satu lawan satu dengan bima maka hastina jadi miliknya. kemana otak khrisna saat awal perang berkata “kita harus perang”, lalu jika duryudana menang apa gunanya pengorbanan pasukan pihak pandava yang sudah bertempur mati-matian.)
“kalo seperti ini saya lebih salut pd penganut MAHAYANA…kami selalu harmoni dan sejalan..adanya saling keterpautan antara mahayana dan hindu..”
memang mahayana cuma diisi sisa-sisa orang hindu dan keturunannya. dulu mereka bergabung dengan buddha cuma karena melihat pengaruhnya atas jumlah pengikut yang sangat ramai mengalahkan semua guru hindu pada saat itu. tapi tak benar-benar mau mengikuti ajarannya.
saat buddha mati, mereka kembali ke watak hindunya dan ingin lepas dari doktrin para sesepuh seperti mahakasappa dan ananda.
pengaruh ajaran mahayana pada pengikutnya:
- malas.
- kasar dalam berbicara atau sebaliknya melembut-lembutkan gaya mereka agar dianggap buddhist yang baik.
- bodoh.
- sering terjadi bukan buddha tapi mengaku buddha.
- merasa cukup ilmu atau tinggi ilmu.
- suka ilmu-ilmu mental, magick, tradisi nenekmoyang, bahkan sering menanggapnya setara atau lebih unggul dari dharma.
- dan masih banyak lagi lainnya. memang mirip hindu. tak heran anda akrab dengan mereka.
“mereka mahayana tidak memuja pikiran tak ada orang yg memuja pikiran.( kecuali muslim ).manusia hanya memuja TUHAN dan sinar sucinya.mahayana hanya mencari solusi utk harmonisasi kehidupan.shg adanya sendi2 hindu di dalamnya.lagi2 tahap panna anda buruk..bagaimana bisa menjadi arahat..kalo anda sakadami bukan begini seharusnya anda berkomentar.”
“orang yang mencari solusi bagi orang lain bukan berarti ia orang bagus. orang yang sering berceramah tentang pentingnya kebaikan bukan berarti orang baik. Cuma dharmanya yang menentukan apakah orang itu bagus atau buruk, dan dharma bukan cuma sekedar karuna. hindu atau mahayana cuma pegang karuna saja. sedang buddha memegang metta, karuna, mudita, upekha sekaligus. jauhi hindu dan mahayana jika benar-benar pengikut kaisar langit” – Kaisar Langit.
“memuja pikiran = menganggap sudah mulia cuma karena berpikir” – Kaisar Langit.
Yang Mulia Kaisar Langit Sri Hucusuy berkata
“Agama yang tak mampu mengungkap kebenaran adalah Agama Hindu
mohon di sebutkan kebenaran apa yg tdk mampu di ungkapkan hindu..
shg jawaban anda tdk melanggar SILA.VIPASSANA BHAWANA.
kalo hanya begini jawaban kaum teravada..pantesan penganutnya paling sedikit.”
“tiada atta/anatta” satu kebenaran yang tak bisa diungkap hindu. ada beberapa alasan untuk ini:
1. “jika atta tak ada lalu tiada gunanya aku hidup, belajar, bekerja, membantu orang. untuk apa semua ini? (lagipula juga ada kesombongan untuk merasa ada ‘aku’, ada sesuatu pada tubuh ini yang membuatnya bisa berkarya, terlepas dari adanya Tuhan. itulah pribadi anand khrisna)”.
2. mereka mengira cuma dengan menyebut adanya atta baru orang bisa diajar. Di komunitas-komunitas mereka sangat ramai orang yang berkata begini: “itu roh mbak, roh itu. kesadaran. kesucian. Tuhan” atau “ya aku cubit tubuh ini, sakit. tapi ini bukan roh. bukan Tuhan”. gaya-gaya ceramah yang adharma.
Agama Buddha tak pernah mengajari orang lewat manipulasi dengan menjejalkan ide-ide yang tak masuk akal.
Untuk apa harus ada pikiran “orang ini harus baik, orang ini harus mengerti”. Tak perlu memotivasi orang. Tak perlu menjadi motivator. Hal-hal seperti ini bukanlah Tao. Bukan Tuhan.
Dharma ditebar dan disebarkan karena kegiatan itu sendiri adalah Dharma. Bukan karena diperintahkan secara khusus oleh Tuhan.
Tuhan cuma memberi kata “jangan” bagi orang yang sedang belajar mana saja yang perlu diberi kata “jangan”. Tapi bagi orang yang sekedar menikmati lingkungannya, Tuhan akan memberi apapun yang dibutuhkan, tanpa perlu memotivasi orang itu. Alam hidup. Alam bekerja dengan sendirinya. Untuk apa membuat tubuh menua karena hendak bekerja sendiri di dalam pekerjaan alam.
Sesungguhnya, seperti terekam dalam Brahmajalasutta, Buddha melarang segala bentuk perdebatan, tapi membolehkan dialog antar agama untuk menemukan agama.
Mungkin sebagian besar theravadin pun tak tahu akan hal ini.
Jadi Saya tak boleh mendebat keyakinan orang lain, tapi boleh menilai, mengutarakan pendapat, berdialog atau menghakimi agama/paham/keyakinan lain. Seperti halnya Buddha menghakimi kesalahan hindu seperti terekam dalam Tevijja sutta.
Yang Mulia Kaisar Langit Sri Hucusuy berkata
“knp anda bilang hindu itu selalu bodoh..kalo kaum hindu bodoh mereka tak mampu menciptakan purana.upanisad.tatwa.ilmu2 pengobatan / usada.ilmu mengolah mental.lontar2.seni dan budaya.harmonisasi..mungkin banyak yg lainya lagi.”
Anand Khrisna membuat buku “be happy”.
Apa orang betul-betul bisa happy sesudah mendalami buku itu?
Apakah rasa takut bisa lenyap di hati seseorang cuma dengan memberi ide bahwa fear sebenarnya singkatan dari “false emotion…”
Emosi kok palsu. Jika emosi sudah muncul berarti asli. Mau hilang takut caranya mudah saja, bukan dengan membaca buku anand yang berjudul fear tapi cukup dengan vipassana. misalnya takut api, fokus bahwa sekarang api belum muncul. takut jatuh, fokus bahwa sekarang bukan sedang jatuh tapi sedang berdiri.dsb. Buddha jauh… jauh… dan jauh.. lebih advanced daripada hindu, dulu, sekarang, dan di masa depan.
tentusaja dalam hal perhatian, perhatian hindu cuma satu saja, yaitu perhatian pada nafas (anapanasati), sedangkan di Buddha ini baru sub seksi dari satu seksi yang menjadi bagian 4 seksi. bayangkan kecilnya hindu.
Tiada guna ratusan buku kebaikan jika tak betul-betul bisa membaikkan orang. Ingat bahwa, kebijakan bukan berasal dari buku tapi dari vipassana yang menyertai saat membaca buku.
Kebijakan cuma bisa timbul dari ketenangan dan perhatian yang dalam akan obyek dharma. Samatha Bhavana, yang menghasilkan Jhana/Dhyana/Meditasi.
Kebebasan cuma bisa timbul dari pengamatan terpadu dan menyeluruh atas 4 bidang: pikiran, perbuatan, perasaan, dharma. Vipassana Bhavana, yang menghasilkan Nirvana/Kebebasan.
Hindu bodoh karena tak berdharma. ilmu cuma berguna jika berdharma.
“ilmuku banyak. cuma sedikit yang kuberi, yang membebaskanmu saja” – Y.M. Buddha.
Yang Mulia Kaisar Langit Sri Hucusuy berkata
“mgak mungkin cahaya manusia lenyap,kalo lenyap sama dgn mati..
manusia terhimpun dari percikan cahaya terkecil dari TUHAN inilah yg memberi cahaya tubuh kita.yg lazim di sebut sbg AURA..semakin tinggi spritual mereka semaikn menyala lah aura mereka..jgn2 ratu tdk memiliki cahaya.krn tubuh ini disusun berdasarkan atom yg bergerak cepat..lama2 kalo ratumarah besar atom yg bergerak cepat itu bisa berevolusi menjadi nuklir.dan meledaklah ratu.jadi gagalah meditasi.”
Dulu Anda bilang manusia tersusun dari kandha pat/4 unsur. sekarang anda bilang manusia tersusun dari cahaya? yang mana yang benar?
bukankah satu-satunya makhluk cahaya adalah para dewa di alam tingkat III/alam halus?
justru pemahaman saya ini juga dianut oleh Babaji Nagaraj.
Selain benar, juga dapat menguntungkan. Misalnya bisa membuat wajah tetap seperti pemuda 16 tahun.
Lalu fenomena lenyapnya tubuh seseorang karena berteleportasi ke daerah lain menjadi masuk akal.
Manusia berjhana 4 adalah manusia kosmik, karena berkesadaran kosmik.
Karena itulah, jika Saya marah, alampun bergetar, yang getarannya bisa Saya atur. Makanya, jangan main-main dengan Saya.
Saya tak takut siapapun.
Bukan cuma getaran alam bisa Saya atur, isi alam seperti manusia, hewan, tumbuhan pun bisa.
Karena itu Saya bisa mengatur getaran hati seseorang. Jika ada orang membangkang/menentang Saya jangan buru-buru bangga. Itu memang Saya biarkan, karena Saya menerapkan prinsip Total Management Hayikitu.
Ketuaan dan kemudaan seseorang bisa Saya atur. Menyembahlah pada Saya. Masuk Agama Vayu maka umur panjang, keturunan sehat sejahtera, umur agama apapun bisa ditentukan.
Yang Mulia Kaisar Langit Sri Hucusuy berkata
“Agama yang paling hebat adalah sekte-sekte buddhism asli (baca: Theravada dan Vayu).
agama sih boleh di bilang paling hebat.tapi koq banyak jg kaum teravada yg melanggaar sila..
coba ratu perhatiakn jg penganut terbesar teravada di thailand..
eh ternyata di sana paling banter berkembang wisata sek nya.
bahkan disana mereka menghormati karya seni agung MAHABRATA DAN RAMAYANA.yg selalu di tampilkan setiap acara budaya mereka.berarti mereka kagum.mengahrgai karya tersebut..bgmn dgn ratu.”
Saya kan sudah bilang, kebiksuan jaman Buddha dengan sesudah Budha berbeda kualitasnya. Sekarang sudah tak ada yang mengawasi biksu-biksu ini, baik di Thailand ataupun di Indonesia.
Tapi kualitas kebuddhaan mereka tetap sangat tinggi di masa sekarang jika diadu dengan sekte lain.
Saya juga menghormati seluruh budaya India, tentunya cuma sebagian yang ditiru. Tapi Saya menghormati, karena Indonesia dan India adalah satu akar budaya. Nenek moyang orang Indonesia adalah orang India. Belajar ilmu India sama dengan belajar ilmu Indonesia itu sendiri, berbeda dengan belajar dari Arab. Budaya cina adalah gabungan budaya Hindu (dari Shiva yang dipanggil Fu Shi) dan Buddha (melalui Bikkhu Dharma). Karena itulah orang cina itu bodoh tapi kelembut-lembutan dan baik.
“SIWA = BUDHA
banyak orang yg menyebut 2 kebenaran yg berbda.tapi mereka adalah satu kebenaran yg mutlak.
om nama si wa ya = om nama bu da ya”
Contoh yang Anda berikan bukanlah satu kebenaran dengan banyak nama, melainkan satu nama dengan banyak bahasa.
“YA..yg artinya aksara suci SIWA..mereka adalah satu.tak ada yg bisa memperdebatkan mereka.hanya pikiranlah yg membuat mereka berbeda..ini adalah tahap PANNA.”
Pikiran cuma membedakan? Kemampuan atau tugas pikiran lebih banyak dari cuma sekedar membedakan. Misalnya saja mengetahui juga pikiran.
Lalu apa membedakan itu salah? Buruk? Rendah? Bisa membeda-bedakan justru salah satu point latihan Vipassana. Tanpa kemampuan membedakan, seseorang tak mungkin menjadi Buddha.
Menurut Anda apa kata Tuhan saat melihat air dan api? Apa menurut Anda Tuhan berkata itu sama? Asalnya yang sama, bukan fenomenanya.
arya berkata
khrisna mati dengan lobha akan ilmu dan kebijakan, karena itu ia lahir lagi sebagai Saya. ia juga mati dalam dosha akibat mengadu pandava dan kaurava. ia mati dalam moha karena belum tahu anatta, dukkha, anicca.
asyik juga debat dgn anda.banyak hal yg belum saya ketahui jadi saya mengerti walaupun saya saring isi nya.
ratu mengenal dasa awatara.krisna adalah awatara 8 dari 10 tsb.
jadi walaupun seorang dewa jika sudah lahir di bumi ini.dia harus terikat kukuatan ibu pertiwi dari panca maha buthanya.kemelekatan itu pasti ada.beliau pun tak mampu utk memusnahkan seluruh kemelekatan itu yaitu sad ripu dan sapta timira.hanya beberapa point saja kemelekatan itu ada dalam pribadi krisna.krisna tak mampu menghindar karena sudah takdirnya beliau di lahirkan utk membantu pandawa.dan menghancurkan kebiadaban kaurawa.
ratu saat itu adalah situasi perang dan kekuasaan bukan saat2 orang2 sibuk mencari harta.dalam situasi perang dan negara penuh kkekacauan.sudah wajar sri krisna mengajarkan dan menerapkan ilmu politik
POLITIK = POLI adalah banyak
dan taktik
jadi politik itu kotor dgn menerapkan segala cara utk mengalahkan musuh.tapi politik yg di ajarkan krisna tidaklah sekotor seperti politik sekarang.dalam bernegara orang yg pintar berpolitiklah yg mampu memenankan negaranya.bukan orang yg pintar bermeditasi.
jadi kodrat awatara ke 8 memang begini seharusnya dia menjalankan ajaranya krn situasi perang.
aku akan akan datang dari jaman ke jaman jika dunia dalam masalah besar..anda kan tahu saat itu masalah itu besar.jika kaurawa menang bagaimana jadinya dunia ini.hanya politik krisnalah yg mampu membasminya lewat pandawa..krisna tidak pernah mengadu yg suka mengadu itu sangkuni.krisna hanya memberikan jalan saja kpd pandawa agar peperangan di menagkan pandawa.
kelahiran krisna seterusnya bukan ratu tapi budha.budha adalah awatara 9.beliau lahir utk menebus kesalahan2 pd awatara sebelumnya serta mengajarkan orang pada jaman kali agar tak terlelap oleh kekayaan.karena budha lahir pd jaman kali di saat orang memang sudah lupa akan ajaran moral.
coba bayangkan bagaimana kalo saat perang krisna lahir hanya mengajarkan meditasi.apa benar ini ? pandawa dan kaurawa pasti tertawa.mereka tidak butuh hal ginian saat itu.mereka hanya butuh kemenagan.
jadi bisa di bilang kelahiran mereka situasinya beda.mana yg pantas dan mana yg tdk pantas di terapkan.
kalo saat perang kita butuh ajaran bagawadgita.kalo kita bergelimang harta kita butuh ajaran budha / tipitaka.
damai3x
arya berkata
ia mati dalam moha karena belum tahu anatta, dukkha, anicca.
inikan kata anda.wisnu lahir sebagai krisna dan budha.masak beliau tidak tahu.
kenapa budha tidak percaya atta.alasanya sederhana karena tubuh beliau tersusun dari kesadarn mulia ( sinar suci langsung dari TUHAN ).memang sudah tubuh belaiu hidup tampa roh.
dewa ada tampa roh
manusia ada dgn roh…budha adalah dewa.jadi beliau tak butuh roh.
arya berkata
Hindu buruk di pertengahan = sibuk mendebat orang lain, menjatuhkan orang lain, mengatakan agama-agama lain salah. iri pada para messiah. mengajarkan kesaktian dan keselamatan tapi tak mampu mengajarkan kesucian.
setahu saya orang hindu tidak pernah mendebatkan apalagi menjelekan agama orang lain.anda dalam hal ini tidak menyingung anda sendiri kan ?
buktinya kami selalu toleransi akan agama yg lain.saya tak perlu sebutkan contoh.
nah inilah hebatnya hindu .makanya banyak orang yg melirik hindu sekarang.karena jaman sekarang orang pd pengin banyak yg sakti.
jika sudah sakti.manfaatnya banyak seperti menang dalam berkelahi.berwibawa.bisa mengobati.bisa utk mencari rejeki.bisa utk meramal.kalo ngak sakti kalo kita jadi pejabat sudah pasti mudah sekali terserang black magik.dgn berbicara kesaktian sudah tentu di dalamnya kita bicara keselamatan.
keselamatan ada karena tubuh kita sakti.krn tidak agama saja yg memberi keselamatan.
yg saya tahu anda juga kan belajar kesaktian jd jgn main tuduh donk ? ya kita sama ada salah dan benarnya.
mempelajri kelemahan dan kelbihan masing2 adalah hal yg bijak.
hindu mengajari kesucian bagaimana kita terbebas dari SAD RIPU DAN SAPTA TIMIRA. serta TRI MALA
sederhana saja kan ?
arya berkata
anatta versi hindu cuma melepas ‘ego’ dan menyatu dengan ‘tuhan’nya.
dukkha versi hindu cuma penderitaan karena dunia memang begitu, saat mencari sebab cuma tahu bahwa karena keterikatan pada ego. sesuatu yang tak pernah diajarkan Y.M. Buddha.
anicca versi hindu cuma karena Tuhan memang menjadikan demikian, tanpa tahu sebab munculnya anicca.
pokoknya hindu = goblok.
anatta = hidup tampa roh bukan ego.hidup tampa percikan terkecil dari TUHAN.
dukkha = dukha ada krn kita hidup krn terikat oleh unsur panca maha butha.unsur duniawi inilah yg menyebabkan adanya dukha.krn kita tak mampu melepaskan dukha itu.
= dukha ada krn sifat rajas dan tamas kita
= dukha adalah kesedihan.kesedihan bersal dari pendertaan
= dukha ada krn kita tidak mampu mengedalikan indra2 kita.
anicca = tidak kekal.apapun yg di ciptakan di semesta ini tidak ada yg kekal.sumber dari anicca adalah adharma
mereka yg mampu menjalankan dharma sepenuhnya adalah kekal ( tak terlahirkan kembali )
Yang Mulia Kaisar Langit Sri Hucusuy berkata
Memang benar penjelasan Anda. Terima kasih sudah menyadarkan Saya.
Yang Mulia Kaisar Langit Sri Hucusuy berkata
“setahu saya orang hindu tidak pernah mendebatkan apalagi menjelekan agama orang lain.anda dalam hal ini tidak menyingung anda sendiri kan ?”
Pertapa-pertapa Hindu dulu mengganggu Buddha, seperti memfitnahnya dengan mengirim pelacur.
Pertapa-pertapa Hindu sekarang ingin menjatuhkan agama-agama dengan menyatukan semuanya dalam satu agama. Contoh: Sai Baba dan Anand Khrisna.
“buktinya kami selalu toleransi akan agama yg lain.saya tak perlu sebutkan contoh.”
Hindu baru dikatakan bertoleransi jika tak membuka ashram-ashram yang bertujuan menyatukan agama-agama.
“nah inilah hebatnya hindu. makanya banyak orang yg melirik hindu sekarang.”
Di dunia ini, cuma sebagian belahan barat yang mau masuk Hindu, dengan pikiran bahwa Hindu mengakui semua tanpa membedakan. Tapi sebagian lagi mau masuk Buddha.
Tahukah Anda bahwa, bukan cuma Indonesia, tapi dunia sedang memasuki abad emas. Tahukah Anda apa yang dimaksud abad emas? Adalah masa bergelimangnya agama Buddha dengan pengikut dan kemewahan.
Yang Mulia Kaisar Langit Sri Hucusuy berkata
“anatta = hidup tampa roh bukan ego.hidup tampa percikan terkecil dari TUHAN.
dukkha = dukha ada krn kita hidup krn terikat oleh unsur panca maha butha.unsur duniawi inilah yg menyebabkan adanya dukha.krn kita tak mampu melepaskan dukha itu.
= dukha ada krn sifat rajas dan tamas kita
anicca = tidak kekal.apapun yg di ciptakan di semesta ini tidak ada yg kekal.sumber dari anicca adalah adharma”
Ini kan omongan Anda sendiri. Tak ada kitab Hindu yang mendukungnya.
Tapi memang Hindu adalah agama tanpa nabi, jadi semua orang bisa ngomong semaunya, makanya Anand, Sai Baba, dan orang-orang sejenisnya sangat suka Hindu karena tak ada batas yang jelas antara dharma dan adharma. Akhirnya mereka semua terlahir sebagai orang semau gue.
arya berkata
Mungkin ratu nanti bisa merangkum semua dialog ini dalam kemasan buku yg menarik.ya sudah barang tentu utk pribadi masing2
ARYA berkata
OM SWASTIASTU
Sebagai umat Hindu Indonesia khususnya, kita semua pasti tahu dan sering mendengar tentang Catur Bratha Penyepian yang merupakan empat hal yang harus kita lakukan pada saat merayakan hari Nyepi. Adapun catur bratha penyepian tersebut adalah :
1. Amati Geni ==> Tidak menyalakan Api.
2. Amati Karya ==> Tidak Melakukan Kerja.
3. Amati Lelungaan ==> Tidak Bepergian.
4. Amati Lelanguan ==> Tidak Menikmati Hiburan.
Dengan melakukan keempat bratha tersebut diatas, diharapkan kita dapat melakukan perenungan perenungan tentang kehidupan kita setahun yang telah lewat dan kemudian memikirkan langkah untuk kehidupan berikutnya.
Selama ini catur bratha penyepian tersebut hanya kita lakukan pada saat perayaan Nyepi saja, bagaimana kalau catur bratha penyepian tersebut kita terapkan pada kehidupan sehari-hari ? kalau itu bisa kita lakukan tentu saja akan memberikan pengaruh yang luar biasa terhadap kehidupan kita dan masyarakat pada umumnya. Tentu saja akan muncul pertanyaan apakah hal tersebut dapat dilakukan, bagaimanakah caranya, dsb.
Agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, maka kita harus melakukan difinisi ulang dari catur bratha penyepian tersebut yang antara lain dapat didifinisikan seperti berikut :
1. Amati Geni ==> Tidak menyalakan Api.
Api yang dimaksud disini adalah api yang berasal dari dalam diri kita sendiri seperti nafsu, amarah, ambisi dan sebagainya. Banyak sekali api yang ada pada diri kita yang perlu untuk dikendalikan semua ini biasanya terkait dengan kesenangan dan pemenuhan ego kita didalam menjalani kehidupan ini. Semua api tersebut bila tidak kita kendalikan bisa-bisa membakar dan menghancurkan kita yang pada ujungnya akan menenggelamkan kita pada kawah penderitaan yang sangat dalam.
Dengan amati geni ini kita mencoba untuk belajar mengendalikan diri sendiri dari segala nafsu dan keinginan-keinginan untuk memuaskannya. Dalam kehidupan sehari-hari bila kita dapat mengendalikan sedikit demi sedikit api-api tersebut maka kita tentu akan memperoleh kualitas kehidupan yang lebih baik di sisa kehidupan kita selanjutnya.
2. Amati Karya ==> Tidak Melakukan Kerja.
Ini tidak berarti kita harus menjadi pemalas atau tidak melakukan kerja sama sekali melainkan kita tetap harus bekerja untuk pemenuhan kebutuhan dan tanggung jawab kita. Akan tetapi didalam bekerja kita tidak semena-mena sampai lupa dengan keadaan diri dan lingkungan kita, namun kita harus selalu sadar dan kita tetap menyediakan waktu untuk diri sendiri dan lingkungan. Waktu untuk diri sendiri diperlukan agar kita dapat melakukan perenungan dan meditasi sedangkan waktu untuk lingkungan diperlukan agar kita dapat bersosialisasi dengan keluarga maupun tentangga. Tidak melakukan kerja dalam hal ini dimaksudkan adalah dalam kita melakukan kerja lakukanlah kerja itu sebagai suatu pengabdian dimana kita bekerja tidak semata-mata untuk mengejar setoran belaka. Kita lakukan kerja juga sebagiannya dilakukan untuk bakti kita kepada yang telah menciptaka kita dan bagi orang-orang yang telah melakukan melakukan pengabdian dalam hidupnya. Adalah sangat beruntung bagi kita bila kita melakukan kerja sebagai pengabdian kepada Tuhan, sebagai sebuah perbandingan bila kita bekerja sama orang saja mendapatkan upah, bagaimana kalau kita bekerja untuk Tuhan upah yang kita peroleh tentu jauh lebih besar sesuai dengan kualitas kerja dan pengabdian yang sudah kita lakukan. Inilah yang patut kita renungkan.
3. Amati Lelungaan ==> Tidak Bepergian.
Dalam hal ini bepergian yang dimaksud adalah bukan pada kontek bepergian yang sebenarnya akan tetapi lebih terfokus kedalam pikiran kita. Bila pikiran kita selalu kesana kemari, maka sampai kapanpun kita tidak akan pernah mencapai konsentrasi, padahal pada saat sekarang ini konsentrasi sangat dibutuhkan agar kita dapat melakukan segala sesuatunya lebih baik. Pikiran yang tidak bisa didiamkan akan membuat kita selalu terombang-ambing tanpa arah tujuan yang jelas.
Dengan melakukan brata ini (amati lelungaan) maka sedikit demi sedikit kita berusaha untuk mengendalikan pikiran kita sehingga menjadi focus. Kondisi focus atau terkonsentrasi ini akan sangat membantu kita didalam melakukan kegiatan ataupun pekerjaan apapun dengan lebih baik. dengan mulai terfokusnya pikiran kita, maka secara spiritual akan membuat kita bisa melakukan meditasi dengan lebih mudah. Dengan amati lelungaan ini kita berlatih untuk selalu membuat pikiran kita lebih banyak memperhatikan kedalam dan tidak selalu liar.
4. Amati Lelanguan ==> Tidak Menikmati Hiburan.
Hiburan jelas akan membuat pikiran kita menjadi segar setelah seharian sibuk bekerja, akan tetapi kondisi sekarang ini hiburan juga mempunyai kecenderungan membuat kita menjadi lupa diri. Banyak sekali hiburan yang tersedia mulai dari dalam rumah seperti perangkat elektronik dan sebagainya, apalagi di luar rumah sangat mudah untuk ditemukan dimana hiburan itu hanya membuat pikiran kita menjadi segar hanya sementara saja dan yang lebih parah lagi hiburan itu membuat kita menjadi ketagihan ataupun membuat sebuah keterikatan baru terhadap sesuatu hal. Dan tidak sedikit juga hiburan yang ada membuat kita terjerumus pada suatu kehidupan yang maksiat dan amoral.
Untuk itu kita perlu mengendalikan diri dan pikiran kita agar bisa mengurangi hiburan yang bersifat duniawi seperti itu. Dengan melakukan penarikan diri lebih jauh kedalam kita akan memperoleh hiburan lain yang lebih baik, dengan meditasi kita akan memperoleh ketenangan dan kenyaman yang lebih asalkan saja dilakukan dengan rela dan tanpa beban. Adalah lebih baik bila kita mampu untuk mencari hiburan ke dalam batin kita sendiri dengan berusaha melakukan meditasi dan perenungan yang mendalam asalkan saja kita tidak menjadi terikat dengan kesenangan sesaat yang diperoleh. Kita harus terus berusaha untuk meningkatkan diri dan mengenal jati diri kita yang sebenarnya.
Dari sedikit uraian diatas diharapkan kita semua dapat melakukan pengendalian diri yang lebih baik didalam menjalani kehidupan kita di dunia ini. Jika kita sendiri sudah dapat mengedalikan diri sendiri, maka kita juga bisa mengharapkan bahwa semua orang akan melakukan hal yang sama. Demikianlah sekilas tulisan ini semoga ada gunanya……
Om Shanti Shanti Shanti Om