Agama Buddhi

Ciwabuddha.

Tentang Tantra

Ditulis oleh Mahavatar di/pada Maret 25, 2009

shiva dan parvati

 

Apa yang Anda dan pasangan harapkan ketika melakukan hubungan seksual? Mungkin salah satunya adalah merasakan kenikmatan orgasme. Namun hubungan seksual tidak hanya mencapai orgasme tetapi juga cara untuk saling mendekatkan hati, emosi dan seksualitas Anda agar tetap bisa merasakan kebahagiaan seksual. Ada berbagai macam cara untuk mencapai kondisi tersebut, salah satunya adalah dengan tantra.

Tantra tercipta di India kuno kurang lebih 6000 tahun lalu. Dalam bahasa Sangsekerta, tantric atau tantra berarti mengembangkan, meluaskan,  menjelaskan, atau menunjukkan. Tantra lebih hebat dari kamasutra. Tantra adalah cara mengembangkan kesadaran dan mempererat dua individu, laki-laki dan perempuan menjadi satu kesatuan yang harmoni. Tantra mengajarkan bagaimana cinta suci bisa dicapai melalui hubungan saling mencintai antara laki-laki dan perempuan, tidak hanya dalam hal seks namun juga menyatukan keintiman di segala level.

Hal yang membuat tantra istimewa adalah Anda tidak hanya akan mencapai orgasme, namun juga meningkatkan kesehatan seksual Anda.
Aktivitas keseharian yang padat terkadang membuat Anda tidak memperhatikan kesehatan seksual, atau tidak memperhatikan kebutuhan pasangan. Selain karena kesibukan, keengganan dalam melakukan hubungan seksual dikarenakan ketakutan tidak dapat memuaskan pasangan. Hal inilah yang menjadi fokus utama tantra, yang mengajarkan bahwa seks tidak hanya penyatuan secara fisik antara laki-laki dan perempuan, namun juga membuat pasangan saling menghargai tubuh, gairah, dan kekuatan masing-masing sehingga mendekatkan Anda dengan pasangan Anda tanpa rasa malu atau takut.

Di sisi lain, kesehatan seksual Anda dan pasangan akan menjadi prima, karena orgasme yang kuat dan sering meningkatkan produksi hormon oxytocin dalam tubuh. Jenis hormon ini berhubungan dengan kepribadian, gairah, kemampuan sosial, dan emotional quotient (EQ), yang kemudian akan mempengaruhi karier, pandangan terhadap pernikahan, kehidupan sosial, dan emosi seseorang.

Tantra juga memiliki efek awet muda. Orgasme yang dicapai saat melakukan tantra menstimulasikan saraf otak, yang akan mengubah senyawa kimia dalam tubuh sehingga depresi dan stres akan hilang, sirkulasi darah lancar, memperkuat kardiovascular, dan meningkatkan kekebalan tubuh sehingga harapan hidup meningkat dan menjadi awet muda.

Tantra juga bisa melatih seseorang untuk menggunakan kekuatan diri sendiri sehari-hari. Hal yang membedakan orgasme yang dihasilkan tantra dengan orgasme biasa adalah orgasme tantric sex melibatkan seluruh tubuh, pikiran dan jiwa sehingga efeknya tidak hanya pada saat mencapai puncak, namun berjam-jam setelahnya.
 
Satu hal yang menjadi pegangan utama dalam tantra adalah membagi peran sama besar saat melakukan hubungan seksual. Saling mempercayai adalah kuncinya. Anda harus saling menyerahkan diri, menanggalkan semua ketakutan dan saling mempercayai sampai pada zona aman, maka Anda berdua baru bisa merasakan penyatuan jiwa dalam hubungan seksual Anda berdua dan mencapai tantra.

2 Tanggapan ke “Tentang Tantra”

  1. Mahavatar berkata

    Sentuhan adalah bentuk yang biasa dari metoda ini, dimana pasangan pada dasarnya menggunakan sentuhan untuk menciptakan aliran energi positif. Salah satu latihan yang umum adalah pelukan.

    Memeluk pasangan dapat membantu meningkatkan kepercayaan, menyembuhkan masalah seksual dan memecahkan perbedaan. Lakukan dengan cara yang benar, ini akan meningkatkan keintiman, memupuk rasa aman dan penghargaan.

    Prinsip dasar tantra adalah zona sensitif ada dimana-mana. Jangan terlalu memfokuskan pada daerah genital tetapi fokuskan pada eksplorasi seksual.

    Wanita cenderung lebih konsentrasi pada daerah vulva, payudara, leher, juga paha bagian dalam, pantat, tangan dan ibu jari. Pria lebih merasa erotis di daerah tangan, kaki, telinga, lidah dan genital.

    Tantra artinya keharmonisan seksual secara fisik, mental, dan kosmos.

  2. Mahavatar berkata

    Indriya Bhavana Sutta:
    Inisiasi Lv1 (Mengamati): Mendekati pasangan dengan gairah yang masih meletup-letup, menikmati cinta dan seks tanpa meningkatkan nafsu.
    Inisiasi Tahap 2 (Melepas): Mendekati pasangan dengan gairah cinta, tanpa adanya seks.
    Inisiasi Tahap Akhir (Supersadar): Bercinta dan bisa memilih: 1. Cinta dan seks, 2. Cinta, 3. Seks tanpa cinta.

    Sampasadaniya Sutta:
    “Bhante, apakah iddhi yang tidak disertai kekotoran-kekotoran batin dan tanpa sifat keduniawian, yang disebut iddhi suci itu? Dalam hal ini, Bhante, apabila seorang bhikkhu menginginkan berdiam tanpa persepsi akan hal yang menjijikkan di antara hal yang menjijikkan, maka ia dapat berdiam di sana tanpa persepsi akan hal yang menjijikkan; apabila ia menginginkan berdiam dengan persepsi akan hal yang menjijikkan di antara hal yang menjijikkan, maka ia dapat berdiam di sana dengan persepsi akan hal yang menjijikkan; apabila ia menginginkan berdiam tanpa persepsi akan hal yang menjijikkan di antara hal yang menjijikkan dan hal yang tidak menjijikkan, maka ia dapat berdiam di sana tanpa persepsi akan hal menjijikkan; apabila ia menginginkan menghindari keduanya, yaitu hal yang menjijikkan dan hal yang tidak menjijikan, maka ia dapat berdiam disana dengan persepsi akan hal yang menjijikan; atau, apabila ia menginginkan menghindari keduanya, yaitu hal yang menjijikkan dan hal yang tidak menjijikkan, dan berdiam dengan seimbang serta memiliki kesadaran (sati) dan pengertian tentang (sampajanna), maka ia dapat berdiam di sana dengan seimbang serta memiliki kesadaran dan pengertian terang.

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>