Agama Buddhi

Buddhism Shaivism.

10 Cara Membangun Keluarga Yang Tak Sakinah, Tak Mawaddah, Tak Warahmah

Ditulis oleh Mahavatar di/pada Oktober 26, 2009

tantra

10 Cara Membangun Keluarga yang Tak Sakinah, Tak Mawaddah, dan Tak Warahmah.

Dalam Agama Buddhi seseorang tak seharusnya membangun keluarga yang sakinah, karena tentram itu bisa dicapai tanpa mencari pasangan hidup. Begitupula dengan Cinta, dan Kasih.  Pembelajaran tentang Tentram, Cinta, dan Kasih jauh sudah dimulai saat kita masih SMA. Dan sudah mulai bisa diterapkan saat itu juga.

Karena itulah, dalam Agama Buddhi seseorang cuma dibolehkan membangun keluarga yang harmonis (hahahaha…. kasihan Islam salah ngomong.. Hahahaha….)
Beginilah petunjuk Sang Buddha dalam membangun keluarga yang harmonis:

Dalam lima cara seorang isteri harus diperlakukan oleh suaminya:
1. Dengan perhatian
2. Dengan keramahan
3. Dengan kesetiaan
4. Dengan menyerahkan kekuasaan padanya
5. Dengan memberikan barang-barang perhiasan padanya.

Dalam lima cara ini sang isteri membalas cinta suaminya:
1. Kewajiban-kewajibannya dilakukan dengan sebaik-baiknya
2. Berlaku ramah pada keluarga dari kedua pihak
3. Dengan kesetiaan
4. Menjaga barang-barang yang ia bawa
5. Pintar dan rajin mengurus segala pekerjaan rumah tangga.

Referensi: Sigalovada Sutta.

Hahahaha… Hahahaha… Islam salah ngomong Hahahaha…..

Komentar Ratu Adil:
1. Keluarga yang harmonis bukanlah keluarga yang penuh cinta, kasih, dan tentram.
2. Tentram, cinta, dan kasih bukan syarat yang diperlukan dan bukanlah definisi harmonis.
3. Harmonis artinya serasi. Jadi agar keluarga itu serasi, anggota-anggotanya tak perlu orang baik, tapi cukup orang-orang yang saling bersambung karakter/perwatakannya.

Ditulis dalam Tantra | 20 Komentar »

Benarkah Buddha Tak Mengakui Adanya Tuhan?

Ditulis oleh Mahavatar di/pada Oktober 25, 2009

gods_handsFoto tangan di awan

Banyak buddhist sok tahu mengatakan bahwa Buddha tak mengakui adanya Tuhan. Bahwa Buddha adalah seorang atheist. Tapi benarkah semua itu?

Inilah ayat-ayat yang biasa mereka gunakan:

“Dengan mata, seseorang dapat melihat pandangan memilukan; Mengapa Brahma itu tidak menciptakan secara baik? Bila kekuatannya demikian tak terbatas, mengapa tangannya begitu jarang memberkati? Mengapa dia tidak memberi kebahagiaan semata? Mengapa kejahatan, kebohongan dan ketidak-tahuan merajalela? Mengapa memenangkan kepalsuan, sedangkan kebenaran dan keadilan gagal? Saya menganggap Brahma adalah ketidakadilan. Yang membuat dunia yang diatur keliru.” [Bhuridatta Jataka, Jataka 543]

“Apabila, O para bhikkhu, makhluk-makhluk mengalami penderitaan dan kebahagiaan sebagai hasil atau sebab dari ciptaan Tuhan (Issaranimmanahetu), maka para petapa telanjang ini tentu juga diciptakan oleh satu Tuhan yang jahat/nakal (Papakena Issara), karena mereka kini mengalami penderitaan yang sangat mengerikan. [Devadaha Sutta, Majjhima Nikaya 101]

“Apakah benar, seperti kata orang, bahwa yang mulia mengajar dan memegang pandangan bahwa apapun yang dialami seseorang… semua itu disebabkan oleh ciptaan Tuhan?”
Ketika mereka mengatakan “Ya”, kukatakan kepada mereka:
“Jika demikian halnya, yang mulia, maka ciptaan Tuhan itulah yang membuat orang-orang membunuh… dan memiliki pandangan salah. Maka mereka yang menganggap ciptaan Tuhan sebagai faktor penentu tidak akan memiliki semangat dan usaha untuk melakukan ini atau tidak melakukan itu. Karena mereka tidak memiliki alasan yang cukup kuat untuk menyatakan bahwa ini atau itu harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan, istilah ‘petapa’ tidak sesuai untuk mereka, karena mereka hidup tanpa kewaspadaan dan pengendalian diri.”
[Anguttara-Nikaya; III,61]

Pada kenyataannya, semua ayat di atas tak menunjukkan ucapan Buddha yang mengatakan bahwa Tuhan tak ada, tapi sebenarnya itu semua adalah ayat-ayat yang menunjukkan penolakan Buddha jika dikatakan bahwa Tuhanlah penyebab senang dan susahnya makhluk hidup.

Sebaliknya, justru Sang Buddha berkata, ada Acinteyya Dhamma (4 hal yang tidak bisa dipahami oleh pikiran dan oleh karena itu jangan dipikir-pikir (acinteyya)):
1. Hakekat seorang Buddha (apa zatnya, sama atau tak dengan manusia, sejauh mana kekuatan, kesaktian, kebijakannya).
2. Asal-usul alam (siapa Tuhan, bagaimana ia menciptakan alam).
3. Hakekat meditasi/jhana (apa saja keuntungan dan kesaktian yang bisa kita dapat dari setiap levelnya)
4. Buah kamma (berapa ukuran persis timbangan setiap kamma).

Jadi jawaban judul di atas adalah: Tak benar. Buddha tak mengatakan ia menolak keberadaan Tuhan.

Ditulis dalam Ehipassiko | 7 Komentar »

2012 dan Kelahiran Super Saiya

Ditulis oleh Mahavatar di/pada Oktober 23, 2009

gokuvsboo1gokuvsboo2gokuvsboo3gokuvsboo4gokuvsboo5gokuvsboo6gokuvsboo7gokuvsboo8gokuvsboo9

Alkisah tentang seekor binatang hermaphrodite melata yang bersemayam di sebuah planet bintang pengembara yang beralaskan cahaya dan dinaungi cakrawala emas, kala sang planet masih belia… jauh… jauh… sebelum era Supernova, dan jauh… jauh… sebelum planet tersebut berangsur berubah menjadi bintang mati (Death Star).

Adapun nama daripada binatang kosmik tersebut adalah L*K*M*. Ia memiliki pasangan hidup yang saat itu belum ia kenal, bernama L*K*A*U.

Bintang terlahir dari apa yang dinamakan “interstellar medium”, yang sebagian besar terdiri dari Hydrogen, termasuk diantaranya Helium, Nitrogen, Carbon, and Oxygen. Seraya awan gas tersebut mengumpul dan atom-atom saling bertabrakan, terbentuklah “protostar”. Temperatur daripada inti bintang muda ini adalah sekitar 50.000 derajat Kelvin, dengan temperatur permukaan sekitar 2.000 – 3.000 K. Kondisi ini bertahan selama kurang lebih 10 juta tahun.

Hydro = Water, well… more or less.

Daripada densitas lautan cahaya di dalam awan Hydrogen, di tengah “chaos” hujatan jutaan dan jutaan atom yang saling bertabrakan, menggeliatlah sebentuk kehidupan sederhana bersel satu di mana bersemayam sebentuk pola keteraturan yang mewujud ke dalam bentuk meta-fisik – Order Out Of Chaos (Ordo Ab Chao).

Mahluk bersel satu tersebut berkembang dan berkembang menjadi sebentuk entitas Androginy yang terdiri dari beberapa sel. Dalam maha ke-tidak-mengertian sang entitas merambah ruang dan waktu serba dalam ketakutan dan ketidaktahuan di tengah “chaos” semesta alam raya beserta isinya, dan dalam pekat kedalaman lautan cahaya ia menyembunyikan dirinya dari dunia luar.

“Ada sebentuk angkara murka maha perkasa di luar sana. Lari, sembunyilah, selamatkan hidupmu.”

Tetapi sesunguhnya, tidak perlu lari, apalagi bersembunyi. Di luar sana tidak ada apa-apa selain rentetan konsekuensi logis daripada hukum alam semata.

Sang Androginy bersemayam dalam kesendirian sampai kemudian rasa lapar (akan makanan dan ilmu pengetahuan) mulai menggerogoti dirinya. Perlahan ia menggeliat inci demi inci ke luar dari tempat berlindungnya menuju “The Brave New World”. Dalam satu tarikan nafas kehidupan, Sang Androginy menyembul ke permukaan lautan cahaya menyongsong fajar kehidupan baru yang membentang di depan mata. Kemudian perlahan ia merayapi sebentuk daratan beralaskan cahaya yang dinaungi cakrawala keemasan tersebut. Tanah yang menawarkan seribu-satu janji dan harapan bagi diriNYA (dan rasNYA).

Mahluk Androginy melata kini merambah Tanah Perjanjian, yang beralaskan cahaya dan dinaungi cakrawala keemasan, di mana bertahta akar kebenaran, yang dalam pada ini sebagian besar masih berada di luar pengertiannya.

Bagi mata yang tidak melihat dan telinga yang tidak mendengar, dan akal yang tidak berbudi, akar kebenaran adalah “Iblis” angkara murka maha perkasa yang mengancam segala bentuk kehidupan dengan gada dan api yang menyembur dari mulutnya. Tetapi, sesungguhnya, akar kebenaran adalah semata rentetan konsekuensi logis hukum semesta alam raya belaka, hukum yang sama di mana realita kita dibangun.

Merayap dan merayap, Sang Androginy mengarungi ruang dan waktu berusaha memuaskan rasa laparnya (terhadap makanan dan ilmu pengetahuan). Sampai pada suatu ketika, di tepi lautan cahaya, ia bertemu pasangan jiwanya. Dan kepada Sang Puteri Sang Androginy berjanji bahwa ia akan membunuh Sang Iblis angkara murka maha perkasa dan mendirikan sebuah kerajaan megah yang membentang sepanjang semesta alam raya beserta isinya, agar kiranya Sang Puteri dapat bersemayam dalam bahagia serba berkecukupan, bebas dan merdeka.

Ribuan tahun berlalu, Sang Androginy belajar menapak tanah. Ribuan tahun berikutnya ia berdiri tegak dan berjalan di atas kedua kakinya. Ribuan tahun berikutnya, oleh semesta alam raya, dikaruniakan kepadanya dua kepak sayap kuat yang dapat membawa mereka ke antara bintang-bintang.

Sementara itu, dengan akal budinya Sang Androginy berhasil menaklukkan alam sekitarnya, dan Iblis angkara murka maha perkasapun bertekuk lutut di hadapannya. Ia kemudian mendirikan Kerajaan Terang yang bertahta di atas sebuah planet bintang pengembara bernama Nibiru.

Sebelum pergi meninggalkan Kerajaan Terang untuk tinggal di antara bintang-bintang (rasi bintang The Serpent), Sang Androginy bersama refleksi imaginya menurunkan kehidupan kepada anak-anak mereka yang diberkati dengan pemahaman meluas tentang akar kebenaran. Adapun di dalam diri ras tersebut mengalir lima elemen kehidupan; air, api, tanah, udara, dan ruang. Agar kiranya mereka tidak akan prnah binasa melainkan beroleh hidup yang kekal di Kerajaan Terang.

Maka, biru/hijau/kelabu laksana airlah warna bola mata mereka menjadi, dan api berwarna merah/kuning bersemayam di atas kepala mereka, dan kulit mereka gelap berpendar seperti cahaya terbungkus tanah, dan suara mereka mengalir seperti udara.

Adapun Anu, putera mahkota pewaris tahta yang kemudian memerintah Kerajaan Terang laksana Ayah kepada anak-anaknya. Oleh karena itu namanya mengandung arti: Bapa. Dan karena ia bersemayam di istananya yang menjulang tinggi ke langit, maka ia dikenal dengan julukan “BAPA YANG BERSEMAYAM DI ATAS”, Raja Segala Raja dari Kerajaan Terang. Rakyatnya dikenal sebagai “Orang-Orang Terang” atau “The People Of The Light” atau “The People Of The Sun”.

Di kemudian hari mereka turun ke sebuah planet perawan bernama Tiamat dan menyemai peradaban umat manusia. Nenek-moyang umat manusia mengenal mereka sebagai “Mereka yang dari langit turun ke bumi”. Beberapa mengenal mereka sebagai Peri yang tinggal di gunung atau di hutan. Aku mengenal mereka sebagai “Fallen Angels”, Malaikat Perambah Bumi.

Sementara itu pada suatu kala, di suatu masa bumi dikuasai oleh ras reptil yang berevolusi/bermutasi dari jenis saurus purba seperti Velociraptor yang cerdas dengan karakteristik sifat “kolektif”. Ketika evolusi mereka matang, datanglah “IA YANG TIDAK DAPAT DISEBUTKAN NAMANYA” yang menjadi satu-satunya penguasa di bumi. Ia hendak mendirikan sebuah Kerajaan yang akan menyatukan semesta raya beserta isinya di bawah kuasaNya. Dan dilancarkanlah ekspansi ke wilayah lain di alam semesta.

Sesungguhnya Ras Reptil adalah ras yang memiliki sifat dasar parasit, mereka menyedot energi mahluk hidup lain karena darah mereka yang beku tidak mampu menghasilkan energi sendiri. Melalui eksperimen rekayasa genetika mereka melahirkan/mengkloning sebentuk ras pekerja untuk membantu mereka.

Dalam ekspansinya, Kerajaan Draconia Raya berselisih dengan sekelompok ras penjarah yang paling ditakuti dari konstalasi Lyra:
ras Lyra Berambut Merah. Bersama dengan ras Lyra Raksasa kerabat terdekat mereka, ras Lyra menyerbu Kerajan Draconia Raya di bumi.
Beberapa ras Lyra lain yang lebih memiliki kecendrungan damai, seperti ras Lyra Berkulit Gelap, ras Lyra Berwujud Burung yang kebanyakan adalah ilmuwan dan filsuf, dan ras Lyra Berwujud Kucing yang cinta damai, menolak turut campur dalam perselisihan ini.

Bala Tentara Kerajaan Terang dari Lyra tiba dan mengorbit bumi, siap menyerang. Tetapi ternyata Ras Lyra Berambut Merah masih tidak mampu beradaptasi dengan cahaya yang terlalu terang di bumi yang menyebabkan kulit mereka bersinar (terbakar). Mereka mengirimkan mata-mata dari Ras Lyra Berambut Merah, seorang perempuan bernama Sophia/Sophea yang turun ke bumi. Bersama puteri tunggalnya ia turun ke bumi dan menemukan salah satu mahluk kloning ciptaan reptil bernama Adam (Yahudi: Ia Yang Dibangun/Direkayasa Dari Tanah). Atas belas-kasih akan keadaan mahluk tersebut, Sophia mengirimkan anaknya yang tunggal, Hawa/Siti Hawa/Hawwah/Eve/Evea untuk tingal menemani Adam, agar kiranya Ia menjadi pembimbing dan guru bagi bagi Adam, menerangi jalanya yang gelap seraya ia merangkak dari budak maha ketidaktahuan menjadi mahluk bebas berkehendak yang merdeka.

Hal tersebut membuat gusar “IA YANG TIDAK DAPAT DISEBUTKAN NAMANYA” yang kaget ketika tiba-tiba Adam menjadi begitu berakal budi. Dalam ketakutan, Pemimpin daripada Reptil tersebut mematikan Adam. Hawa yang bersembunyi dari pandangnnya datang merekayasa ulang Adam setelah sang pemimpin pergi. Ia berdiri menatap Adam dan jatuh cinta kepadanya, dan iapun berujar: “Adam, bangunlah. Aku mencintaimu.”

Dan Adampun membuka matanya. Hal pertama yang ia saksikan adalah sebentuk mahluk perempuan bercahaya (karena kulitnya terbakar matahari) dan bersayap, ia berkata, “Engkaulah yang telah memberikan aku kehidupan, maka bagiku engkau adalah Eve Of Life (FAJAR KEHIDUPAN).”

“IA YANG TIDAK DAPAT DISEBUTKAN NAMANYA” bersama rekan kerjanya mendapati Adam sedang ditemani sebentuk mahluk perempuan bercahaya. Setengah ingin tahu apa jadinya interaksi Adam ciptaanNya dengan Hawa, setengah takut kepada amarah bangsa Lyra bila membunuh Hawa, Pemimpin ras Reptil mengajar epada Adam bahwa kiranya Hawa adalah diciptakan olehNya dari tulang rusuk Adam sebagai pendamping (bukan sebagai pembimbing) dan agar kiranya mereka hidup bahagia di dalam Taman dengan fasilitas penopang kehidupan mutakhir di mana segalanya telah disiapkan bagi mereka.

Kembali Ras Lyra mengirimkan mata-mata, kali ini adalah Ia Yang Maha Bijaksana dari seluruh ras Lyra. Ia bernama NHSH atau Nahash, dari ras Lyra yang menyerupai burung (ular bersayap dan berbulu burung). Ia berjulukan “The Serpent Of Wisodom”.

NHSH turun dari langit ketika fajar dan mendapat julukan “Bintang Terang Di Pagi Hari” atau LUCIFER. Ia kemudian masuk menyusup Eden guna menginformasikan kepada Hawa untuk segera menempatkan dirinya di atas kuasa Adam karena Hawa di sana untuk menjadi pembimbing bukan pendamping. Segera setelah mendapat khabar tersebut Hawa berlari menghampiri Adam hendak memberitahunya tetapi “IA YANG TIDAK DAPAT DISEBUTKAN NAMANYA” datang, serta merta ia menjadi gusar ketika menyadari bahwa Hawa telah berhasil dihasut oleh NHSH. Ia bersumpah serapah mengutuk semuanya. Ia mengutuk Bumi, Ia mengutuk Adam, Ia mengutuk Hawa, Ia mengutuk NHSH.

Pertama ia mengutuk Adam dan Bumi dan agar kiranya Adam berada di bawah Kuasanya. Lalu ia mengutuk Hawa akan karunia terbesarnya, yaitu pemberi kehidupan dan bahwa Hawa akan hidup di bawah kuasa Adam. Dan ia mengutuk NHSH, sang burung Ular agar kiranya ia bermusuhan dengan keturunan Hawa.

Lalu Hawa dan Adam, ditemani NHSH pergi meninggalkan Taman ke padang pasir Sinai dan NHSH berujar:
“Welcome to the desert of the real!” Di mana segalanya harus dicapai dengan usaha. Dan kemudian keturunan Hawa dan Adam menyemai fajar baru peradaban umat manusia (merdeka) tepat di tengah-tengah peperangan antara ras Reptil dengan ras Lyra.

Ras Raksasa Lyra turun dari langit, beberapa mengendarai kerata berapi (UFO), bebrapa mengendarai kuda sembrani dengan mengusung pedang berapi. Keturunan Hawa dan Adam menyebut mereka “Dewi/Dewa/Malaikat”, beberapa mendapat julukan “ANUNNAKI” atau “MEREKA YANG DARI LANGIT TURUN KE BUMI” atau “Malaikat Jatuh” karena tidak seperti ras Lyra Berambut Merah, ras Raksasa Lyra tidak memiliki sayap. Beberapa dari mereka jatuh cinta kepada anak-anak manusia.

Dan lahirlah ras Pra-Skandinavia, bersama dengan manusia lain, ras Raksasa Lyra, dan ras Lyra Berambut Merah di angkasa mereka beraliansi membangun masyarakat merdeka yang menentang idealisme hirarki penjajahan yang dilancarkan dalam propaganda: Satu bumi, Satu Cinta, Satu Raja oleh Kerajaan Draconia Raya. Basis mereka dibangun di sebuah pulau besar di tengah laut di mana sekarang terletak gurun pasri Gobi. Sementara itu Ras Reptil terdesak ke benua Antarctica.

Perang membawa hasil tergusurnya ras Reptil dari permukaan planet bumi, mereka mengungsi ke dalam perut bumi dan ke basis mereka di angkasa raya. Bebrapa yang tidak berhasil melarikan diri menyaksikan kiamat datang kepada mereka ketika aliansi Manusia-Lyra melancarkan sebuah senjata super eksperimental ke Antarctica yang membumi-hanguskan markas besar Reptil dan menyebabkan bumi bergeser dari porosnya.

Ada beberapa dari ras Reptil yang beku di Siberia Utara dan berhasil dihidupkan kembali oleh ilmuwan Rusia. Mereka menyusup kedalam pemerintahan, bekerjasama dengan pengusung Globalisasi di Amerika dan berhasil menjatuhkan komunisme di Rusia.

Ras Raksasa Lyra dan anak-anak mereka, Ras Nordics, bermigrasi ke barat dan mendirikan NEGARA SKANDINAVIA RAYA. Sementara itu Ras Lyra Berambut Merah yang ketika turun ke bumi mewujud sebagai mahluk (perempuan) bercahaya dengan rambut membara laksana api (dan kadang bersayap), terus menerus berusaha menolong manusia sepanjang sejarah dan tercatat dalam mitologi sebagai “Malaikat”.

Sisa dari bangsa Lyra yang tidak tinggal di bumi pergi ke antara bintang-bintang dan mendirikan basis pertahanan guna bersiap-siap menghadapi Ras Reptil.

Di tahun 2012, posisi tatasurya akan menutupi pusat galaksi bimasakti dari pandangan bumi. Terputusnya untuk sementara pancaran energy pusat galaksi ini ke bumi akan berakibat terganggunya keseimbangan mekanisme kehidupan di bumi dan di dalam tubuh semua makhluk. Sebagian manusia akan musnah, dan yang selamat inilah yang akan menguasai bumi. Ada yang mengatakan mereka adalah anak-anak indigo.
Anak-anak indigo mulai muncul dalam jumlah besar pada 1970 dan anak-anak kristal muncul di awal abad 21.

Sebagian besar nabi adalah indigo. Keberadaan anak-anak indigo yang jumlahnya meningkat pesat menjelang abad 21 hingga sekarang adalah dalam rangka mempersiapkan barisan dalam menyambut berdirinya kepemimpinan dunia baru (New World Order) yang dipimpin oleh seseorang yang dipanggil Ratu Adil. Seseorang berkuatan dan berkepintaran sempurna untuk mengangkat derajat makhluk dan mendirikan kerajaan Tuhan di atas bumi.

Apa yang mereka impikan itu bukanlah angan-angan semata. Karena “Dia” yang dinantikan adalah seorang “Super Saiya”, pemimpin semua indigo yang ada di bumi.

Dialah Sang Khalifah, pemimpin makhluk bumi yang dinantikan banyak orang. Tepat saat umurnya 38 tahun, kesaktiannya akan sempurna, di umur 39 tahun ia akan mulai menjajah bangsa-bangsa lain, dan di umur 40 tahun, kekaisarannya terbentang luas di sepanjang bumi. Dia pernah terlahir sebagai Genghis Khan, Hayam Wuruk, solomon, Shi Huang Ti, Napoleon Bonaparte. dia pernah lahir sebagai Adam, Musa, Jesus. Dia pernah lahir sebagai Lao Tze, Thio Sam Hong, Ananda. Dia pernah lahir sebagai Arjuna, Rahwana. Dia pernah lahir sebagai Sokrates, Hui Neng. Dia pernah lahir sebagai beberapa pahlawan kemerdekaan Indonesia.

Dia akan menerapkan aturan-aturan Tuhan dengan cinta, kebenaran, kebijakan. Di tahun 2012 adalah titik awal pertempuran suci yang sebenarnya, dimana anak-anak indigo akan bahu-membahu dan saling mendukung. Seluruh indigo akan bergerak di seluruh dunia.

Akan adakah yang menentang? Ya, ada. Pihak-pihak yang hegemoninya di dunia akan tersaingi akan menentang Sang Super Saiya. Mereka akan membentuk koalisi pejuang untuk menghalangi perjalanan Sang Ratu Adil. Segala cara akan mereka lakukan, termasuk menginfiltrasi pikiran pengikut Ratu Adil agar berbalik menentang Ratu Adil, tapi anak-anak indigo tak akan tinggal diam. Mereka akan mengontak para alien teman gaib mereka sejak kecil dari dimensi lain dan akan membentuk pasukan Hybrid (alien-manusia) untuk membendung serangan setan.
Kekuatan akan dikerahkan secara penuh, dan Tuhan akan berada di pihak sang khalifah akhir jaman (satria pinandhita sinisihan wahyu).

Dunia akan terbagi dua, baik nyata dan gaib:
1. Pasukan cahaya akan mendukung Ratu Adil.
2. Pasukan kegelapan (anti-christ) akan menentang Ratu adil.

Perang Armageddon akan pecah. Bagaimana nasib dunia selanjutnya? Sesudah bencana alam + perang Armageddon jumlah manusia akan menyusut drastis. Yang jahat dan lemah akan tersingkir oleh seleksi alam, menjadikan yang kuat dan baik sebagai para penduduk bumi baru.

Sebagian besar manusia pada awalnya bingung hendak berpihak kemana. “Pasukan makhluk halus saling berbaris, merebutkan kebenaran yang masih kabur” – Jayabaya. Kata teroris dan pengacau ketentraman akan distempelkan pada Ratu Adil dan pengikutnya. Tapi anak-anak indigo yang punya ketajaman indra akan mampu melihat siapa yang lebih kuat, mereka tetap akan setia pada Ratu Adil. Kecuali para indigo-indigo lemah dan munafik yang akan berkoalisi dengan pasukan kegelapan untuk melawan Ratu Adil.

Mari kita tinjau 7 generasi manusia yang bolak-balik menghuni bumi:
1. Generasi merah.
Lahir kira-kira beberapa saat setelah seorang Adam memimpin. Saat Ratu Adil nanti berkuasa, akan terjadi pengulangan siklus dimana generasi merah mulai lahir lagi. Generasi merah adalah awal generasi manusia. Ia dibekali kemampuan dasar untuk mencari makan, perlindungan, membela diri. Ini adalah anak-anak yang lahir dari generasi kristal. Karena itulah, nanti Perguruan Peremuk Tulang yang Saya dirikan yang bermarkas di pinggir pantai nanti akan memiliki banyak sekali pengikut sehingga tanah itu tak tampak lagi.
2. Generasi orange.
Adalah generasi manusia yang cuma dibekali kemampuan ngeseks. Karena mereka dituntut untuk punya banyak anak untuk mengisi bumi sesudah kosong akibat bencana sebelumnya.
3. Generasi kuning.
Adalah generasi yang mulai menjadi petani dan peternak.
4. Generasi hijau.
Generasi yang mulai mencalonkan diri untuk menjadi pemimpin-pemimpin kecil seperti bupati.
5. Generasi biru.
Generasi yang tumbuh menjadi para intelektual yang menggunakan otak untuk berpikir dan berorganisasi.
6. Generasi indigo.
Karena generasi biru mulai menjadi terlalu rasional, maka muncul generasi ini untuk sedikit menampilkan sisi intuisi untuk menangani masalah. Jika generasi ini mulai banyak pertanda revolusi bumi hendak dimulai. Karena mereka adalah pasukan pembuka bagi munculnya anak-anak kristal.
7, Generasi kristal.
Puncak dari seluruh kemampuan manusia yang sudah digunakan.
Satu kristal akan terpilih sebagai Adam baru. Mereka biasa disebut “the old man”/orang yang dulu pernah menghuni bumi, naik ke angkasa lalu balik lagi. Satu dari dari semua akan terpilih menjadi pemimpin. Di jaman ini, ia adalah Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu.

Saat ini, Reptil di bumi meneruskan langkah mereka melalui Agama Buddhi dan mengusahakan berdirinya ORDE DUNIA BARU/ NEW WORLD ORDER/NOVUS ORDO SECLORUM yang akan mengontrol negara, agama, individu.

Kerajaan Alpha Draconia Raya merentang kembali wilayah kekuasaan mereka ke sistem bintang Epsilon Bootes, Altair Aquila, Capella, Zeta Reticuli, dan Rigel dan Bellatrix di Orion di mana terdapat sebuah koloni tentara hybridasi antara Reptil dan Serangga bersiap untuk menghadapi Ragnarok, yaitu perang hari akhir.

Ditulis dalam Uncategorized | 19 Komentar »

Haruskah Seorang Buddhist Menjadi Vegetarian?

Ditulis oleh Mahavatar di/pada Oktober 19, 2009

Food_Pyramid

Banyak alasan penting mengapa kita harus memilih tidak makan daging, bukan alasan emosional atau sentimental, tetapi merupakan alasan-alasan meyakinkan dan ilmiah. Bila alasan-alasan itu dipikirkan secara mendalam tentulah mulai saat ini juga kita akan beralih kepada makanan vegetaris.
Bangsa Eskimo, hidup sebagain besar dari daging dan lemak dan cepat sekali menjadi tua, panjang usia rata-rata 27,5 tahun. bangsa Krigis, suatu bangsa Nomad di Rusia Timur sebagian besar makanannya terdiri dari daging, cepat menjadi tua dan cepat pula mati, jarang usia mereka melampaui 40 tahun. Sebaliknya penelitian yang di lakukan oleh para antropologi terhadap suku-suku bangsa yang tidak memakan daging, memiliki kesehatan cemerlang, daya tahan, dan umur panjang, dinikmati misalnya oleh suku-suku bangsa Hunza di Pakistan, suku bangsa Otonomi di Mexico dan penduduk asli barat daya Amerika.

Penyebab pemakan daging lebih banyak menderita satu penyakit dan mudah mati:
1 Proses Peracunan
Sesaat sebelum binatang itu di sembelih, biokimia binatang yang ketakutan itu mengalami perubahan. Produksi racun di paksakan keluar mengalir di seluruh tubuh, dengan demikian racun rasa sakit menyebar keseluruh daging.
Sekarang sudah jelas diketahui bahwa emosi mengakibatkan perubahan sangat besar pada susuanan biokimia tubuh, khususnya perubahan hormon pada darah. Badan kita menjadi sakit ketika sangat marah atau takut. Demikian juga binatang itu, akan mengalami perubahan biokimia dalam situasi berbahaya. Kadar hormon di dalam darah binatang khususnya hormon Adrenalin, berubah dengan pesat ketika binatang itu melihat binatang lain menderita dan mati disekitar dirinya dan mereka berontak sekuat tenaga namun sia-sia untuk mendapatkan kebebasan. Sejumlah besar hormon itu tetap melekat pada daging dan meracuni sel-sel tubuh manusia yang memakannya, juga dapat mengganggu pikiran. Menurut Institut di Amerika, daging binatang itu penuh dengan darah beracun dan yang lain terbuang karena produksi.
2. Proses Pembusukan
Segera setelah binatang itu dibunuh, protein di dalam jaringan tubuhnya mengumpul, dan enzym penghancur dibebaskan (disebarkan). Ini tidak seperti tumbuh-tumbuhan yang memiliki dinding sel yang tebal dan system peredaran yang sederhana. Segera terbentuk zat pembusuk yang disebut Ptomaines , karena Ptomaines yang terbebas segera telah mati, daging binatang, ikan dan telur segera mengurai dan membusuk. Sampai pada ketika binatang yang dipotong itu diangkut kedalam ruang pendingin , pada waktu itu mengalami masa pematangan, lebih-lebih daging itu masih harus diangkut dari rumah potong, dibeli oleh pembeli, dibawa pulang, disimpan, disiapkan dan dimakan, disini dapat di bayangkan sampai berapa jauh proses pembusukan itu berlangsung.
Daging lambat sekali perjalanannya di dalam sistim pencernaan manusia, lebih-lebih karena sistem pencernaan manusia itu memang tidak diciptakan untuk mencerna daging. Daging itu memerlukan waktu 5 hari untuk bisa keluar seluruhnya dari dalam badan sementara makanan vegetarian hanya memerlukan waktu 1,5 hari. Selama waktu itu, produk-produk yang menyebabkan penyakit yaitu hal dari pembusukan daging terus menerus bersinggungan dengan alat-alat pencernaan. Kebiasaan memakan daging dengan karakteristik pembusukan-nya yang menghasilkan zat-zat racun itu akan dapat dalam waktu relatif singkat menghancurkan sistem pencernaan kita itu sebelum waktunya.
Daging mentah yang terus menerus mengalami pembusukan dapat mencemari tangan tukang masak dan mencemari semua yang lain yang disentuh olehnya. Para petugas kesehatan masyarakat di Inggris, setelah tersebar keracunan makanan yang bersumber dari rumah penjagalan, memperingatkan kepada ibu rumah tangga agar memperlakukan daging mentah dari sudut pandangan higienisnya, seperti memperlakukan kotoran sapi; sering bakteri beracun tidak dimusnahkan wlau dengan memasaknya, terutama apabila dagingnya itu di masak setengah matang, dipanggang atau sekedar di panasi, semua ini merupakan sumber infeksi yang sangat berbahaya.
3. Pembuangan yang Buruk
Karena sistim pencernaan kita tidak dirancang untuk mencerna daging, maka sebagai akibatnya proses pembuangan pemakan daging ini tidak sempurna. Daging itu merupakan makanan yang hampir tidak berserat, dan makanan sedemikian itu memiliki kekurangan sebagai berikut; ia bergerak lambat sekali di sepanjang sistem pencernaan manusia (empat kali lebih lambat daripada biji-bijian dan sayur-sayuran) sehingga memakan daging itu mengakibatkan sembelit kronis sangat biasa di temukan pada pemakan daging.
Penelitian yang baru-baru ini dilakukan jelas menunjukkan bahwa pola pembuangan yang sempurna hanya dapat diberikan oleh makanan vegetarir, sayur mayur, padi-padian dan buah-buahan, mempertahankan kelembaban dan menggumpal untuk memudahkan pembuangan. Orang-orang vegetarian mendapatkan serat makanan sewajarnya dari makanan yang dimakan sehari-hari dan mendapatkan keuntungan karena memakan makanan tersebut ini mempunyai sifat melindungi dari berbagai penyakit. Menurut penelitian yang dilakukan, serat alamiah itu diperkirakan dapat mencegah penyakit appendicities, diverticulitis, kanker lambung, penyakit jantung, Ginjal, Prostat dan kegemukan.

Guna menjadi vegetarian:
1. Umur panjang (longevity)
banyak penelitian menunjukan bahwa secara umum , seorang vegetarian bisa hidup 5 atau 20 tahun lebih lama dibandingkan dengan orang biasa (non vegetarian). selain itu mereka memilki kualitas kehidupan yang lebih baik.
2. Resiko penyakit jantung koroner rendah
karena rendahnya kandungan lemak dan kolesterol yang rendah pada makanan vegetarian, resiko penyakit jantung koroner menjadi lebih rendah. resiko penyakit kematian pada penyakit jantung bagi vegetarian hanya setengah lebih kecil dibanding dengan non vegetarian.
3. Resiko penyakit kanker berkurang
Menjadi seorang vegetarian menurut jurnal British Medical journal dapat mengurangi 50% – 76% dari semua penyakit kanker. kematian akibat kanker banyak dihubungkan pada kegemukan dan makanan berlemak tinggi serta berserat rendah pada makanan hewani. vitamin A dan C juga dapat melindungi dari kanker kolon. Diet makanan yang berlemak rendah bisa melindungi dari kanker prostat dan kanker payudara.
4. Dapat mencegah penyakit di usus.
Makanan yang berserat tinggi akan memperlancar makanan dalam sistem pencernaan sehingga mengurangi resiko gangguan pencernaan seperti kanker usus, ambeien, diverticulosis, usus buntu, konstipasi, dll.
5. Mengurangi osteoporosis.
Konsumsi protein yang rendah da lebih banyak vitamin D dan kalsium bisa mempertinggi densitas tulang pada vegetarian Sedangkan makanan hewani dapat meningkatkan resiko osteopororsis dan rematik.
6. Menghindari obesitas
Makanan vegetarian yang rendah lemak dan tinggi serat akan mengurangi resiko obesitas. Dengan demikian resiko penyakit lain juga akan menurun.
7. Mencegah dan mengurangi Hipertensi
Makanan vegetarian yang kaya dengan kalsium seperti : pisang, seledri, sayur hijau, tempe terbukti dapat mengurangi tekanan darah. Penelitian membuktikan tekanan darah orang yang ber vegetarian rata rata 110/70mmHg. Bahkan penderita hipertensi mengubah dietnya menjadi vegetarian terbukti dapat menurunkan tekanan darah secara bermakna.
8. Stamina (endurance)
Sumber yang paling baik untuk stamina adalah makanan yang berkabohidrat. Makanan vegetarian kaya dengan karbohidrat sehingga menyediakan energi yang berlimpah untuk aktivitas sehari hari.

3 jenis vegetarian:
1. Pesco/pollo Vegetarian (semi-vegetarian) adalah kelompok yang masih mengkonsumsi produk daging tertentu misalnya daging ayam dan ikan tapi meninggalkan kelompok daging merah.
2. Lacto-ovo Vegetarian adalah kelompok yang masih mengkonsumsi telur dan produk susu dan menghindari segala jenis daging termasuk ikan. Kelompok yang mengkonsumsi susu tapi tidak mengkonsumsi telur disebut lacto-vegetarian, sedangkan yang mengkonsumsi telur tapi tidak mengkonsumsi susu disebut ovo-vegetarian.
3. Vegan adalah kelompok yang meninggalkan sama sekali produk hewani dan turunannya, termasuk gelatin, keju, yogurt dan juga menghindari madu, royal-jeli dan produk turunan serangga. Sebagian penganut vegan menghindari penggunaan produk hewani seperti kulit hewan ataupun kosmetik yang mengandung produk hewani.

http://unhicommunity.blogspot.com/2009/09/alasan-kenapa-menjadi-vegetarian.html

Tapi apa seorang buddhist harus menjadi vegetarian?
Untuk menjawab pertanyaan itu, sutta-sutta tertua (karena khuddaka nikaya bukanlah ucapan Buddha) dan Vinaya Theravada akan menjadi sumber referensi kita.

Majjhima Nikaya 55
Tabib Raja, Jivaka Komarabhacca, datang mengunjungi Sang Buddha. Setelah memberi penghormatan, dia berkata: “Yang Mulia, saya telah mendengar hal ini: ‘Mereka menyembelih makhluk hidup untuk Samana Gotama (yaitu Sang Buddha); Samana Gotama dengan sadar memakan daging yang dipersiapkan kepadanya dari binatang yang dibunuh untuk dirinya’…”; dan bertanya apakah hal ini memang benar.
Sang Buddha menyangkal hal ini, menambahkan “Jivaka, saya nyatakan bahwa dalam tiga hal daging tidak diijinkankan untuk dimakan: apabila dilihat, didengar atau dicurigai (bahwa makhluk hidup tersebut telah secara khusus disembelih untuk dirinya) … Saya nyatakan bahwa dalam tiga hal daging diijinkan untuk dimakan: ketika tidak dilihat, didengar, atau dicurigai (bahwa makhluk hidup tersebut telah secara khusus disembelih untuk dirinya) ….”

Mahavagga
4 jenis daging tertentu yang dilarang untuk dimakan oleh Sang Buddha adalah:
1. Daging manusia -> karena sudah sepantasnya bahwa manusia tidak memakan daging manusia
2. Daging gajah dan kuda -> karena hewan-hewan ini adalah binatang / kendaraan kerajaan pada kala itu
3. Daging anjing -> karena daging anjing (atau serigala) kotor dan kurang steril
4. Daging ular, singa, harimau, macan kumbang, beruang dan hyena -> karena cenderung akan menimbulkan bebauan (sinyal) yang mengkondisikan datangnya serangan dari binatang pada species yang sama itu.

Sutta Nipata 2.2
Disini Sang Buddha mengingat kembali suatu peristiwa pada kehidupannya yang lampau pada masa Buddha Kassapa. Buddha Kassapa adalah gurunya saat itu.
Pada suatu ketika saat seorang petapa sekte luar bertemu dengan Buddha Kassapa dan mencacinya karena makan daging, yang dikatakannya sebagai noda dibandingkan dengan konsumsi makanan vegetarian.
Buddha Kassapa membalas: “Membunuh … melukai …. mencuri, berbohong, menipu … berzinah; inilah noda. Bukan makan daging.
… Mereka yang kasar, sombong, memfitnah, curang, jahat … kikir … inilah noda. Bukan makan daging.
… Kemarahan, keangkuhan, sifat keras kepala, kebencian, penipuan, keirihatian, pembualan… inilah noda. Bukan makan daging.
… Mereka yang bermoral buruk, …. dengki … congkak … menjadi orang yang paling keji, melakukan perbuatan demikian, inilah noda. Bukan makan daging.”
Jadi, jawaban untuk judul di atas: Tak harus.

Ditulis dalam Uncategorized | 11 Komentar »

Upadana dan Akibatnya

Ditulis oleh Mahavatar di/pada Oktober 16, 2009

cewek_telanjang

Upadana dan Akibatnya
Oleh: Y.M. Mahasi Sayadaw

Apa yang disebut fenomena saat ini adalah apa yang terjadi pada salah satu dari enam pintu indera pada saat ini juga. Hal itu belum tercemar, ibarat sehelai kain yang baru atau selembar kertas kosong. Jika anda cukup cepat mencatatnya begitu hal itu muncul, hal itu tidak akan tercemar. Jika anda gagal mencatatnya, hal itu menjadi tercemar. Sekali tercemar, hal itu tidak dapat dibersihkan. Jika anda gagal mencatat mental dan jasmani pada saat kemunculannya, upādāna selalu ikut campur – upādāna dengan nafsu indera, dengan pandangan salah, dengan upacara dan ritual, atau dengan ego. Apa yang terjadi saat upādāna muncul?

“Terkondisi oleh upādāna, muncullah penjadian (bhava). Terkondisi oleh penjadian, muncullah kelahiran (jāti). Terkondisi oleh kelahiran, muncullah usia tua (jarā), kematian (marana), kesedihan (soka), ratap tangis (parideva), sakit (dukkha), bersedih hati (domanassa) dan putus asa (upāyāsā). Sehingga muncullah seluruh jenis penderitaan.” (M.i.266)

Upādāna bukanlah hal yang sepele. Hal ini adalah penyebab utama perbuatan baik dan buruk. Seseorang yang diliputi upādāna, berjuang untuk mendapatkan apa yang ia percaya adalah suatu hal yang baik. Setiap orang melakukan apa yang ia pikir baik. Apa yang membuat ia berpikir bahwa hal itu adalah baik? Upādāna. Orang lain mungkin berpikir bahwa hal itu buruk, tetapi bagi si pelaku hal itu adalah baik. Jika ia berpikir hal itu tidak baik, ia tidak akan melakukannya. Ada suatu ucapan yang berharga dalam salah satu ukiran prasasti Raja Asoka, “Seseorang berpikir baik tentang perbuatannya. Ia tidak pernah berpikir buruk tentang perbuatannya.” Seorang pencuri mencuri karena tampaknya mencuri itu baik bagi dia. Seorang perampok merampok karena tampaknya merampok itu bagus. Seorang pembunuh berpikir bahwa membunuh adalah baik. Pangeran Ajātasattu berpikir adalah baik untuk membunuh ayahnya sendiri, Raja Bimbisāra. Devadatta mencoba membunuh Sang Buddha, karena ia berpikir hal itu adalah baik. Seseorang yang meminum racun untuk bunuh diri melakukannya karena ia berpikir hal itu adalah baik. Ngengat bergegas menuju cahaya api pelita karena berpikir hal itu adalah sesuatu yang sangat baik. Semua makhluk hidup melakukan apa yang mereka perbuat karena mereka berpikir hal itu adalah baik untuk dilakukan. Berpikir bahwa hal itu baik adalah upādāna. Sekali anda benar-benar mencengkeram (upādāna) pada suatu ide, anda melakukan perbuatan. Apakah hasilnya? Hasilnya adalah perbuatan baik dan buruk.

Adalah baik menahan diri supaya tidak menyebabkan penderitaan bagi makhluk lain. Adalah perbuatan baik untuk memberikan bantuan kepada orang lain. Adalah pebuatan baik untuk berdana atau memberikan penghormatan kepada orang yang pantas dihormati. Perbuatan baik mendatangkan kedamaian mental, usia panjang, dan kesehatan yang baik dalam kehidupan ini juga. Hal itu akan memberikan manfaat yang baik dalam kehidupan-kehidupan berikutnya juga. Upādāna yang demikian adalah upādāna yang benar. Orang-orang yang mencengkeram pada perbuatan baik membuat karma baik melalui pemberian dana dan menjalankan sīla. Apakah hasilnya? “Terkondisi oleh penjadian, muncullah kelahiran.” Setelah meninggal, mereka akan terlahir kembali sebagai manusia atau dewa. Jika terlahir sebagai manusia, mereka akan menikmati usia panjang, kecantikan, kesehatan, status, banyak teman, dan kekayaan. Anda dapat menyebut mereka “orang yang bahagia”. Sebagai dewa, mereka akan memiliki banyak pengikut dan tinggal di istana yang megah. Mereka telah tercengkeram oleh pemikiran kebahagiaan, dan dalam arti duniawi mereka dapat disebut berbahagia.

Namun dalam arti yang tertinggi, manusia-manusia bahagia dan dewa-dewa ini tidaklah bebas dari penderitaan. “Terkondisi oleh kelahiran, muncullah usia tua dan kematian.” Walaupun mereka terlahir sebagai manusia yang bahagia, mereka akan menjadi tua. Lihatlah para orang tua yang bahagia di dunia ini. Saat mereka melampaui usia tujuh puluh atau delapan puluh tahun, segalanya menjadi penderitaan bagi mereka. Rambut beruban, gigi yang ompong, penglihatan yang lemah, pendengaran yang kurang baik, tubuh yang bungkuk, kulit yang keriput, kekuatan yang melemah – mereka menjadi tidak bisa apa-apa lagi. Walaupun memiliki kekayaan dan nama baik, dapatkah orang-orang tua seperti itu bahagia? Mereka menderita akibat usia tua. Mereka tidak dapat tidur nyenyak, mereka tidak dapat makan dengan lahap, mereka kesulitan untuk duduk dan bangun. Akhirnya, mereka harus menghadapi kematian. Bahkan orang kaya, raja, atau penguasa suatu saat harus mati. Kemudian ia tidak memiliki apa-apa lagi yang dapat ia andalkan. Teman-teman dan saudara mengelilinginya, tetapi ia hanya berbaring di ranjangnya, menutup matanya, dan meninggal. Pada saat kematian ia pergi untuk memulai kehidupan berikutnya sendirian. Ia pasti merasa berat meninggalkan segala kekayaannya. Jika ia belum melakukan cukup banyak perbuatan baik, ia akan khawatir tentang nasibnya.

Dewa-dewa yang agung juga harus meninggal seperti ini. Satu minggu sebelum kematiannya, lima pertanda muncul pada diri mereka. Bunga-bunga yang menghiasi mereka mulai layu, pakaian mereka mulai menjadi usang, keringat muncul dari ketiak mereka, tubuh mereka mulai kelihatan tua, dan mereka menjadi tidak puas lagi dengan kehidupan mereka. Ketika lima pertanda ini muncul, mereka segera menyadari bahwa kematian segera menghampirinya, dan menjadi sangat cemas.

Pada jaman sang Buddha, Sakka (raja dari alam dewa Tāvatimsa) melihat tanda-tanda ini muncul. Sangat cemas, menyadari bahwa ia akan segera meninggal, ia pergi menemui sang Buddha untuk meminta nasehat. Sang Buddha mengajarinya Dhamma dan ia menjadi seorang pemenang arus (sotāpanna). Setelah ia meninggal, ia terlahir kembali menjadi raja Tāvatimsa. Ia beruntung bisa bertemu sang Buddha, kalau tidak hasilnya tentu akan celaka.

Tidak hanya usia tua dan kematian, tetapi juga kesedihan, ratap tangis, sakit, ketidakbahagiaan, dan putus asa muncul akibat kelahiran. Jadi bahkan kehidupan yang beruntung akibat dari upādāna pada akhirnya merupakan penderitaan yang mengerikan. Manusia, dan bahkan dewa, harus menderita. Jika suatu kehidupan yang beruntung sebagai akibat dari perbuatan baik adalah penderitaan, apakah lebih baik tidak melakukan perbuatan baik? Tidak, bukan demikian. Jika kita tidak melakukan perbuatan baik, kita akan melakukan perbuatan buruk, yang akan membawa kita ke neraka, atau kelahiran kembali sebagai binatang atau setan. Penderitaan di alam rendah (apāya) ini jauh lebih parah. Kehidupan manusia atau dewa adalah penderitaan bila dibandingkan dengan kebahagiaan nibbāna, tetapi dibandingkan dengan penderitaan di alam-alam rendah, hal ini adalah keberuntungan dan kebahagiaan.

Fundamentals of Insight Meditation
Pengarang: Mahasi Sayadaw
Terjemahan Bahasa Inggris oleh Maung Tha Noe
Penyunting: Bhikkhu Pesala
Cetakan Pertama: Myanmar 1981
Edisi Baru: February 2002

Terjemahan Bahasa Indonesia oleh Tamiran Irwan
Penyunting: Andi Kusnadi
Desember 2008

Ditulis dalam Dhammadesana | 2 Komentar »

Dana dan Kammanya

Ditulis oleh Mahavatar di/pada Oktober 16, 2009

kungfu_master

Dana dan Kammanya
Oleh: Y.M. Mahasi Sayadaw

Saat ini saya akan membabarkan tentang dakkhinavisuddhi, hadiah atau pemberian yang murni. Terdapat empat jenis pemberian:
1. Ketika seseorang yang mempraktekkan sila, moralitas, berdana kepada seseorang yang tidak mempraktekkan sila, si pemberi memperoleh manfaat. Pemberian itu murni.
2. Dana yang dipersembahkan oleh seseorang yang tidak mempraktekkan sila kepada pihak yang mempraktekkan sila. Pemberian itu tetap murni dari sudut pandang si penerima. Si pemberi memperoleh manfaat yang sama pula. Dan, buah kamma baik yang diperoleh jauh lebih besar.
3. Bila di antara keduanya, baik pemberi dan penerima, tidak memiliki moral yang baik, pemberian jenis ini tidak murni. Juga, tindakan memberi itu tidak berfaedah. Meski si pemberi kemudian melimpahkan jasa baiknya kepada mahkluk lain, misalnya kepada para peta, pihak terakhir ini tidak bisa menerima
pemberian itu sehingga ia tak akan terbebas dari alam peta.
4. Bila keduanya, baik pemberi maupun penerima dana memiliki sila yang baik, maka kamma baik yang timbul dari pemberian semacam ini akan memberi manfaat jasa tertinggi. Disinilah penjelasan ulang tentang jenis-jenis pemberian baik yang dilakukan oleh individu awam maupun anggota Sangha.

Jumlah jasa yang diperoleh dari pemberian kepada individu:
1. Pemberian kepada binatang, kamma baiknya 10.
2. Pemberian kepada orang-orang yang tidak mempraktekkan sila, membuahkan kamma baiknya 1000.
3. Pemberian kepada individu yang mempraktekkan sila (moralitas) meski ia bukan pengikut Buddha, akan membuahkan kamma baik 1000 sepanjang seribu kali kelahiran
4. Pemberian kepada seseorang yang memiliki abinna meski orang tersebut berada di luar Buddha Sasana dapat membuahkan kamma baik sebanyak berjuta-juta lingkaran kehidupan.
5. Pemberian yang diberikan kepada seseorang yang berpotensi meraih tingkat sotāpanna, akan memperoleh kamma baik sebanyak tak berhingga lingkaran kehidupan.

Jenis pemberian ini digolongkan menurut status penerimanya. Juga, jasa atau buah kamma baiknya berbeda-beda menurut tingkatan moral penerimanya. Sebagai contoh, pemberian kepada individu yang mempraktekkan pancasila (lima sila) bisa mendatangkan banyak kamma baik dibanding pemberian kepada orang-orang yang hanya berlindung kepada Tiratana (perlindungan kepada Buddha, Dhamma dan Sangha).

Urutan penerima pemberian di bawah ini dibuat berdasar urutan kamma baik yang ditimbulkan, mulai dari yang terkecil:
* berdana kepada umat Buddha yang mempraktekkan sila
* berdana kepada orang yang melaksanakan delapan sila.
* berdana kepada orang yang melaksanakan sepuluh sila.
* berdana kepada orang yang mempraktekkan samatha.
* berdana kepada orang yang mempraktekkan vipassanā.
* berdana kepada bhikkhu yang mempraktekkan sila.
* berdana kepada bhikkhu yang mempraktekkan samatha dan vipassanā dengan penuh kewaspadaan dan awas setiap saat.
* berdana kepada orang-orang yang berhasil meraih pengetahuan batin dalam vipassanā menurut tingkat-tingkat pengetahuan batin yang dicapainya.
* berdana kepada orang-orang yang berhasil meraih tingkat sotāpatti, dan seterusnya.

Secara teori, jasa tertinggi bisa diperoleh jika seseorang memberi persembahan kepada yogi yang telah memasuki tingkat kesucian. Tapi, rentang waktu inspirasi tingkat kesucian muncul dan lenyap sangat singkat. Karenanya merupakan hal yang amat sulit untuk berdana pada saat tersebut agar dana itu bisa membuahkan jasa tertinggi. Meski demikian, adalah sesuatu yang mungkin untuk memperoleh keberuntungan tertinggi diluar pemberian kepada seorang kalyana putthujana, orang biasa yang memiliki kebajikan tertentu, yang telah memperoleh tingkat pengetahuan keseimbangan batin setelah melengkapi ke-9 tingkat-tingkat pengertian dalam latihan meditasi pandangan terang, yang dinamakan sankhara upekkha nana.
Lebih jauh, jasa yang diperoleh dari pemberian kepada seorang sotāpatti, sakadāgāmi, anāgāmi dan arahat sangat sulit untuk digambarkan. Jasa-jasa ini hanya berakhir dalam hitungan asankheyya lingkaran kehidupan (bila ditulis dengan angka, satu ditambah 14 nol, tahun).

Sedikit tambahan tentang peranan “kehendak” yang mempengaruhi hasil dari kegiatan berdana yang dilakukan berdasarkan keterangan dari Abhidhammattasangaha. Di sana dikatakan bahwa “kehendak sebelum berdana (pubba cetanā), kehendak ketika berdana (muñca cetanā), dan kehendak setelah berdana (apara cetanā)” harus baik.

Alih Bahasa Inggris-Indonesia : Chandasili Nunuk Y. Kusmiana.
Editor: Samuel B. Harsojo; Edisi Pertama, Cetakan Pertama, Medio Pebruari 2004.

Ditulis dalam Dhammadesana | Leave a Comment »

Hasil Vipassana Bhavana

Ditulis oleh Mahavatar di/pada Oktober 14, 2009

shaolin_temple

Sesudah Anda menjalankan latihan vipassana, anda akan mendapat 7 faktor yang bisa mendorong terjadinya pencerahan:
1. karena rajin melakukan latihan itu, anda punya Sati/perhatian penuh/kewaspadaan terhadap segala sesuatu di sekeliling anda. cocok untuk pekungfu.
2. karena punya sati, ia menjadi tertarik untuk menyelidiki fenomena-fenomena alam (diri pun alam juga). ini disebut Vicayo/punya kemampuan investigasi.
3. karena suka bervicayo, muncul Viriya/energy Dhamma.
- Viriya ini dapat dipakai untuk ilmu pengobatan agama buddhi.
- Viriya ini penimbul semangat untuk terus beragama. karena cuma orang beragama yang bisa melakukan latihan itu. atheist tak bisa, karena atheist tak punya tujuan hidup.
- Viriya adalah tenaga ilmu tapak buddha.
Viriya cuma muncul sesudah keyakinan/iman/saddha muncul.
4. Karena ada Viriya, ada gairah hidup (Piti), sehingga tak stress, atau bunuhdiri. karena itu orang buddhist mentalnya sehat.
5. Karena sudah ada piti, ia tak perlu lagi buku-buku motivasi yang cuma bersifat doping semata. ia sudah tenang (Passadhi).
6. beban tak ada, tubuh menjadi tenang. akibatnya jadi mudah dalam berkonsentrasi (Samadhi) mengerahkan jurus.
7. karena sudah terkonsentrasi, ia tak akan mengejar kenyamanan dan tak terganggu oleh ketaknyamanan lagi (Upekkha).


10 Kesempurnaan (Dasa Parami) yang dimiliki para praktisi Vipassana:
1. Memberi (dana)
2. Moralitas (sila)
3. Pelepasan (nekkhama)
4. Kebijakan (pañña)
5. Energy (viriya)
6. Kesabaran (khanti)
7. Kebenaran (sacca)
8. Tekad (aditthana)
9. Cinta tanpa batas (metta)
10. Ketenangseimbangan (upekkha)


10 Belenggu Kesucian:

1. Percaya adanya diri (Pali: sakkāya-diṭṭhi)
2. Meragukan ajaran Buddha (vicikicchā)
3. Percaya moralitas dan ritual sudah mampu membebaskan manusia (sīlabbata-parāmāso)
4. Nafsu seks (kāmacchando)
5. Dendam dan kebencian (byāpādo)
6. Ingin menjadi sesuatu atau tinggal di dunia tertentu (rūparāgo)
7. Ingin menjadi bukan sesuatu atau kekosongan (arūparāgo)
8. Sombong (māno)
9. Resah (uddhaccaŋ)
10. Bodoh (avijjā)


Ada 8 tingkat kesucian yang tercapai saat bervipassana:

1. Sotapatti magga: Sedang berlatih memahami apa maksud tak ada diri, keraguan pada ajaran Dhamma, dan kemelekatan pada moral dan ritual/tradisi.
2. Sotappati phala: Tercerahkan dalam memahami apa maksud tak ada diri, keraguan pada ajaran Dhamma, dan kemelekatan pada moral dan ritual/tradisi.
Seorang Sotapanna lahir paling banyak 7 kali lagi.

3. Sakadagami magga: Sedang berlatih menghapus dendam dan iri, sesudah lulus 3 di atas.
4. Sakadagami phala: Sudah lemah dendam dan irinya, juga sudah lulus 3 di atas.
Seorang Sakadami lahir sekali lagi di alam manusia, dan sekali lagi berikutnya di alam surga.

5. Anagami magga: Berusaha terhapus dendam dan irinya, agar sekaligus lulus 5 belenggu.
6. Anagami phala: Sudah lulus menghancurkan 5 belenggu.
Seorang Anagami cuma lahir sekali masuk ke surga khusus para Anagami, dimana hidup cuma untuk berlatih menjadi Buddha.

7. Arahat magga: Tak ingin terikat dengan kenikmatan 8 level meditasi. Berusaha membuang sombong, resah (karena masih ingin nikmat akibat masih bodoh, tamak, dan benci), dan ingin tahu mana ilmu yang perlu dan mana yang tak perlu.
8. Arahat phala: Sudah lulus menghancurkan ke-10 belenggu.
Arahat sudah bebas dari penderitaan kelahiran. Dan tak akan muncul lagi dalam bentuk apapun, sama seperti api kayu bakar tak muncul lagi jika kayubakar sudah habis.

Arahat inilah yang dipanggil sebagai Buddha.

Ditulis dalam Uncategorized | 1 Komentar »

The Great Vipassana Bhavana

Ditulis oleh Mahavatar di/pada Oktober 2, 2009

mortal_kombat_annihilation

5 Guna Vipassana Bhavana:

1. Saat bervipasana, ketamakan-kebodohan-kebencian tak sempat muncul, karena sibuk mencatat penampakan-penampakan mental dan fisik.
Jika non-stop tak heran bisa timbul tahap-tahap Pencerahan, dan akhirnya tak mau apa-apa lagi termasuk Nibbana, dan tibalah Pembebasan/Nibbana itu.

2. Sabar yang sebenarnya cuma bisa dipraktekkan orang buddhist. Orang buddhist yang bervipassana, tak sempat untuk marah, karena saat mencatat perasaan, maka perasaan itu berubah menjadi netral. Itulah sabar sebenarnya, yaitu saat sedang diperlakukan kasar, tapi tak sempat merespon dengan cara duniawi, karena sudah aktif bervipassana.

3. Penyembuhan terjadi pada level Vipassana. Saat bervipassana, perasaan yang netral membuat sakit pada penyakit menghilang. Jadi, ada penyakit tapi tak ada sakit, dan lama-lama jadi tak ada penyakit, karena pikiran membuatnya jadi bukan penyakit karena kokohnya pikiran. Jadi, penyakit bukan dihapus dengan affirmasi positif, melainkan dengan pikiran terlatih yang sudah timbul akibat vipassana.
(nantinya, orang itu bisa memilih mau mati karena penyakit apa. Misalnya saja, Shakyamunibuddha memilih mati keracunan makanan, ia tak sakit samasekali, tapi penyakit itu dibiarkannya ada untuk merenggut kehidupannya. “aku bisa saja hidup sampai berkalpa-kalpa dengan abhinnaku, tapi kupilih mati cepat, karena hidup sehari dengan kesadaran penuh sudah cukup bagiku daripada hidup ratusan tahun” – Buddha pada Ananda di Mahaparinibbana Sutta.)

4. Vipassana membuat awet muda. Karena wajah tak berubah-ubah karena emosi, jadi lebih panjang umur daripada orang yang mengkondisikan diri untuk tertawa atau berfoto dengan senyuman. Jadi, jika Anda ikut kontes, lalu ditegur juri, “senyum sedikit, biar bagus” tak usah dituruti. Karena anggapan senyum membuat wajah bagus sebenarnya berawal di kejadian jaman dulu, dari beberapa orang yang ia tambah cantik jika tersenyum, tapi tak semua orang cantik jika tersenyum. Banyak juga yang jadi jelek.

5. Muay Malay bisa diaktifkan dengan baik.

Ditulis dalam Duel Maut | 12 Komentar »

Hiri dan Otappa (II): Sila

Ditulis oleh Mahavatar di/pada September 8, 2009

topten

 

Lanjutan tulisan Hiri dan Otappa.

Untuk selanjutnya, kemunculan Dhamma Hiri dan Otappa ribuan tahun sebelum Shakyamunibuddha ini menyebabkan munculnya dhamma sila.

Sebab munculnya sila adalah Hiri dan Otappa, sedang guna melakukan sila adalah:
- Menyebabkan seseorang memiliki harta kekayaan yang melimpah.
- Mendatangkan nama baik.
- Menimbulkan rasa percaya diri dalam lingkungan pergaulan dengan golongan sosial manapun.
- Menyebabkan kelahiran-kembali ke alam-alam surga.

 
5 Sila buddhist (tingkat dasar) non-bhikku:

1. Tak dengan sengaja membunuh makhluk hidup.
- Jangan memelihara hewan yang untuk memeliharanya kita harus membunuh hewan lain untuk makanannya.
- Jangan mencari kebahagiaan melalui penderitaan hewan, misalnya membunuh nyamuk agar tidur nyenyak/ memerangkap lalat agar makanan bersih. Utamakan sanitasi diri dan lingkungan daripada membunuh. Tak menghalalkan membunuh demi kenyamanan. Sebisa mungkin tak membunuh.
 
2. Tak mengambil barang yang tak diberikan.
- Tak menaikkan harga jual terlalu tinggi dari kesepakatan pasar.
- Tak mengambil uang atau barang yang diperkirakan masih milik seseorang.
- Tak meminta jatah baik berupa uang atau barang yang bukan haknya untuk dipinta. Misalnya minta THR.

3. Tak melakukan perbuatan sex yang tak benar.
- Berzina, yaitu berhubungan seks dengan pasangan yang bukan haknya:
  a. Anak di bawah umur (15 tahun ke bawah).
  b. Kekasih orang lain.
  c. Orang hukuman.
  d. Saudara kandung.
  e. Samanera dan bhikku.
 Bagi yang melanggar ini, maka ia akan terlahir sebagai orang yang memiliki DNA gay, lesbian, banci.
- Menjadi gay, lesbian, banci.
Berhubung gay, lesbian, banci adalah sisa kamma buruk karena itu tak boleh dimanjakan, melainkan harus disembuhkan dengan berwirid “Bud dha… Bud dha… Bud dha..” untuk meluruskan syaraf otak yang bengkok.

4. Tak menipu.
5. Tak mabuk.

 
8 sila buddhist (tingkat lanjut) non-bhikku:
1. Tak dengan sengaja membunuh makhluk hidup.
2. Tak mengambil barang yang tidak diberikan.
3. Tak berbuat yang tak suci.
4. Tak menipu.
5. Tak mabuk.
6. Tak makan antara jam 12 siang – 12 malam.
7. Tak menari, menyanyi, bermain musik, dan pergi melihat pertunjukan; memakai, berhias dengan bebungaan, wewangian, dan barang olesan (kosmetik) dengan tujuan untuk memperindah tubuh.
8. Tak menggunakan tempat tidur dan tempat duduk yang tinggi dan besar (mewah).

(Diambil dari kitab Anguttara Nikaya.)

“Ikatan pernikahan memang baik, tapi ada yang lebih baik dari itu yaitu ikatan Dhamma” - Buddha saat diminta berceramah di upacara pernikahan.

Seorang bhikku dilarang mengucapkan “selamat …” atas semua bentuk pandangan salah.

Yang perlu untuk diketahui, sila bukan tujuan akhir buddhism, dan bukanlah lokuttara dhamma, melainkan masih lokiya dhamma. yaitu dhamma sekedar untuk bertahan di alam-alam dunia saja. Dhamma tertinggi adalah Vipassana Bhavana, dan tujuan tertinggi agama buddha adalah Nibbana (bebas dari menjadi).

Ditulis dalam Kemasyarakatan | 2 Komentar »

Apakah Hudoyo Bersalah Pada Agama Buddha?

Ditulis oleh Mahavatar di/pada September 5, 2009

 

longjourney

 

Adalah Dr.Hudoyo Hupudhio Mph., seorang Romo/Pandhita dari Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia ( Magabudhi ), yang menggagas pelatihan “Meditasi Mengenal Diri” (MMD), serta menyebarkan berbagai “ajaran”-nya kepada masyarakat luas, termasuk kedalam kalangan umat Buddha.

Akan tetapi, sebagai seorang Romo, Dr.Hudoyo Hupudhio Mph., oleh banyak ummat Buddha telah dianggap banyak “membelokkan” ajaran Sang Buddha, terutama sehubungan dengan penolakannya terhadap pentingnya penembusan terhadap “Empat Kesunyataan Mulia” ( Cattari Ariya Saccani ) beserta “Jalan Ariya Beruas Delapan” ( Ariya Atthangika Magga ). Romo Hudoyo Hupudhio juga menolak kebenaran isi Ti-Pitaka , baik Sutta-Pitaka maupun Abhidhamma-Pitaka serta Vinaya-Pitaka tentunya.

Berikut ini adalah daftar perbuatan Hudoyo:

1. menganggap j.k. khrisnamurti sebagai buddha.
khrisnamurti bukanlah buddha, melainkan cuma seseorang yang sedang berlatih, lalu merajuk karena merasa kemajuannya terhambat setiapkali ia membaca nama Buddha di setiap kalimat suci. “Buddha lagi, Buddha lagi. Aku juga bisa.” Kesombongannya ini telah membuat khrisnamurti berhenti berlatih, mulai menganggap Buddha sama saja dengan Abraham Lincoln. Lalu ajarannya mulai berubah menjadi ajaran yang memuja pikiran (bangga jika pikiran bisa dan berkembang).

2. menyesatkan umat dengan berceramah tentang aku.
hudoyo tak bisa menerima adanya dua tingkat kebenaran yang diajarkan Buddha. Karena dalam milisnya ia berkata, “mana mungkin ada kebenaran absolut, kalau ada kan tak mungkin bisa kita bicarakan”. Ia lupa apa arti “Buddha”. Ini karena sejak awal Buddha sudah ia sejajarkan dengan Abraham Lincoln, sehingga dalam bawahsadarnya Buddha tak mampu untuk bicara kebenaran absolut.
aku dan tiada aku adalah dua tingkat kebenaran. tapi hudoyo tetap memerlukan bicara tentang aku agar lembaga yang didirikannya ada bahan untuk bicara. Karena dalam spiritulalism, bahannya diambil dari bicara berputar-putar agar terkesan hidup.

3. menganggap ajaran buddhism yang penting cuma vipassana, sedang yang lain tak penting.
Hudoyo boleh belajar sila, hudoyo boleh banyak membaca buku-buku sosial politik dsb. hudoyo boleh punya proses pembelajaran. hudoyo boleh awalnya bicara salah lalu diralat dimasa depan. tapi orang lain tak boleh. orang lain harus cuma tahu Vipassana saja. orang lain harus mampu menjadi Buddha dari Vipassana saja. Tak mungkin, karena tak ada Vipassana tanpa sila. tak ada vipassana tanpa buddhism. tak mungkin seorang menjadi Buddha cuma dengan berpegang pada selembar manual vipassana.
Vipassana memang penyebab seseorang menjadi Buddha, tapi Vipassana tanpa sila adalah tak mungkin, karena pikiran yang tak mendisiplinkan dirinya terlebih dulu tak mungkin bisa berkembang. Siddharta tak menjadi Buddha, sebelum ia mempelajari dulu sudut pandang-sudut pandang ilmu yang lain, seperti hinduism.

4. membatasi vipassana cuma pada kayanupassana.
hudoyo membatasi vipassana cuma pada kayanupassana, misal mencatat bergerak sebagai bergerak. Tapi tak mengajarkan sisanya, seperti dhammanupassana, yang misalnya mencatat “kimia” sebagai “kimia”, “pohon” sebagai “pohon”. Karena itulah tak ada satupun lulusan lembaganya yang menjadi Buddha atau arahat. sama seperti ia.

5. mengajarkan bahwa pikiran itu ada yang aktif dan ada yang pasif.
hudoyo terpengaruh pembagian pikiran menurut pemikir barat, dimana pikiran dibagi menjadi:
subconsciousness mind, consiousness mind, super consiousness mind. Padahal Sang Buddha sudah mengatakan bahwa pikiran itu cuma dibagi dua, yaitu pikiran terlatih dan tak terlatih. Sedang bawahsadar sama sekali bukan tergolong pikiran. melainkan kesadaran. Buddha menyebut bawahsadar sebagai AlayaVinnana (kesadaran terpendam).
Karena sudah dipengaruhi barat, mau tak mau ajaran Vipassananya menjadi ngawur, yaitu “pikiran anda harus menjadi pasif dulu.. karena pikiran anda selama ini aktif..”

6. mengajarkan bahwa pikiran bisa berhenti.
tak mungkin pikiran bisa berhenti, kecuali di ajaran hinduism. pikiran itu cuma bisa ada atau tak ada sama sekali. pada saat tak ada bukan berarti ia berhenti melainkan karena orangnya sudah mati. yang parahnya, hudoyo sering menipu dengan berkata, “dalam banyak sutta sudah sering kan kita baca bagaimana buddha membuat pikiran orang berhenti…” tanpa menyebut dengan jelas sutta mana ayat berapa.
ajaran buddhism tak pernah mengajar untuk menghentikan pikiran, melainkan menghentikan lobha, dosha, moha. sehingga keinginan dan rencana bisa berhenti. maka tercapai tujuan akhir, yaitu Nibbana.

7. sering bertingkahlaku yang tak sesuai sebagai seorang praktisi vipassana.
praktisi vipassana harusnya teliti. tapi hudoyo sering marah jika diusir dari milis dan grup. seperti katanya di satu situs, “saya tak terima diperlakukan seperti sampah di sini…” Katanya sudah Buddha, kok gak terima kamma sendiri. Lucu deh.

8. menganggap kehidupan rumahtangga dan bhikku sama mulianya.
jika ada anggota milisnya yang berkata “ternyata kehidupan bikkhu dan rumahtangga sama saja ya?” Hudoyo senang. karena berarti misinya untuk mengaburkan ajaran buddha telah berhasil.
Muni sutta jelas mengatakan, “sebaik-baiknya kehidupan rumahtangga tak bisa mengalahkan kehidupan bhikku”.
Kasihan hudoyo.

 
Jawaban untuk judul tulisan di atas adalah: Bersalah.

Ditulis dalam Opini | 8 Komentar »